Andi Lala Lakukan Pembunuhan Berseri, Selingkuhan Istri Dibantai pada 2015

oleh -441 views
Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel (3 dari kiri), Dirreskrimum Kombes Pol Nurfallah (2 dari kiri), Kabid Humas Kombes Pol Rina Sari Ginting (3 dari kanan), Kalabfor Polri Cabang Medan Kombes Pol Wahyu Marsudi (kanan) dan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Yemi Mandagi (kiri) merilis tersangka kasus pembunuhan sekeluarga.

garudaonline – Medan | Pembunuhan Riyanto sekeluarga, warga Jalan Mangaan, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Minggu (9/4/2017) dini hari lalu, ternyata sudah direncanakan sejak dua hari sebelumnya, Jumat (7/4/2017). Niat untuk membunuh korban mulai muncul sehari sebelumnya, Kamis (6/7/2017).

“Ini pembunuhan satu keluarga dengan menggunakan kekerasan. Masih kita selidiki. Berdasarkan keterangan tersangka dilakukan dengan benda tumpul. Ada empat tersangka, Andi Lala selaku perencana. Pernah menjadi most wanted person yang paling dicari di Sumatera Utara (Sumut) dan Indonesia. Proses perencanaan sejak Jumat (7/4).

Tapi niat membunuh sudah mulai hari Kamis (6/4). Selain perencana, Andi Lala juga melakukan pembunuhan sebagai eksekutor. Harusnya yang empat tahun (Kinara) juga dibunuh, tapi karena ridho Allah, anak ini selamat,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel didampingi Direktur Reskrimum Kombes Pol Nurfallah dan Kabid Humas Kombes Pol Rina Sari Ginting saat pemaparan pengungkapan kasus pembunuhan sekeluarga tersebut di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Senin (17/4/2017) siang.

Dua hari setelah pembunuhan, Selasa (11/4), terang Rycko, dua tersangka yang membantu Andi Lala, Roni Anggara (21) dan Andi Sahputra (19) ditangkap dari tempat terpisah.

“Tersangka kedua Roni Anggara, eksekutor, ditangkap di tempat kerjanya di Indomaret Tanjung Morawa. Kemudian, tersangka Andi Sahputra ditangkap di Asahan. Kemudian dari pengembangan, ditangkap pula Riki Prima Kusuma alias Kriting (23), selaku penadah sepeda motor Honda Vario milik Riyanto di kediamannya Jalan Melati II, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Sabtu (15/4/2017) malam, setelah penangkapan Andi Lala di Riau Sabtu (15/4/2017) dini hari,” terang jenderal bintang dua tersebut.

Dijelaskannya, berdasarkan pengakuan Andi Lala, pembunuhan terhadap Riyanto dan keluarganya dilatarbelakangi dendam. Satu bulan sebelum kejadian, Andi Lala mengaku memesan narkoba jenis sabu kepada korban seharga Rp5 juta. Namun setiap ditagih, korban Riyanto selalu mengelak. Setiap diajak keluar oleh tersangka, korban juga kerap menghindar. Kondisi itu membuat tersangka dendam.

“Setiap ditagih soal pesanan sabu itu, korban mengelak, selalu bilang nanti, nanti. Karena itu, pelaku dendam dan menghabisi Riyanto dan keluarganya dengan menggunakan besi bulat sepanjang 60 cm dan berat 11 kilogram yang sudah disiapkan tersangka dan disimpan di punggungnya,” paparnya.

Sebelum dieksekusi, sebut Rycko lagi, korban Riyanto diajak menikmati barang haram sabu di kediaman korban. Sabu tersebut sudah disiapkan terlebih dulu tersangka Andi Lala. Sabu dibeli dari uang hasil menggadaikan sepeda motor Honda Beat miliknya seharga Rp2 juta kepada kakak Ambri.

“Karena tidak memiliki uang, hari Jumat (7/4/2017) itu, Andi Lala menggadaikan sepeda motornya seharga Rp2 juta. Dari uang itulah Andi Lala membeli alat-alat yang akan digunakan untuk membunuh Riyanto, besi silinder dari tukang botot dan membeli sabu dari Ambri seharga Rp300 ribu yang untuk dibawa ke rumah korban. Jadi modusnya, pelaku memancing korban untuk sama-sama memakai sabu,” jelasnya.

Setelah segala sesuatunya lengkap, Andi Lala kemudian merental mobil Daihatsu Xenia hitam nopol BK 1011 HJ milik Suhartini, tetangga pelaku, warga Jalan Mesjid, Desa Skip, Lubukpakam. Saat mau meluncur, Andi Lala sempat bingung karena tidak ada yang menemaninya ke rumah Riyanto. Dia kemudian menghubungi tersangka lain, Roni Anggara dan Andi Sahputra dengan alasan jalan-jalan.

Eksekutor Tunggal

Sabtu (8/4/2017) malam, sekira pukul 23.00 WIB, ketiga tersangka tiba di seputaran kediaman Riyanto. Karena mobil tak bisa masuk, akhirnya Andi Lala memarkirkan mobil yang direntalnya itu di depan gang rumah Riyanto.

Ketiganya, Andi Lala, Roni Anggara dan Andi Sahputra berjalan kaki ke kediaman Riyanto. Mereka kemudian disambut Riyanto di teras rumahnya. Lantas, Andi Lala mengajak Riyanto untuk memakai sabu bersama. Ajakan itu diiyakan Riyanto. Selanjutnya, Andi Lala kembali ke mobil untuk mengambil sabu dan besi silinder yang disembunyikan di belakang punggungnya.

Singkat cerita, Andi Lala dan Riyanto menikmati sabu tersebut. Sementara Roni dan Andi Sahputra hanya menunggu di teras rumah korban. Saat korban sedang asyik menikmati sabu, Andi Lala langsung mencabut besi silinder miliknya dan menghantamkannya ke kepala korban sebanyak tiga kali. Korban terkapar, darah segar mengucur dari kepalanya.

Seusai menghabisi Riyanto, Andi Lala meletakkan besi tersebut di kursi depan ruang TV rumah korban dan keluar menyuruh Roni Anggara dan Andi Sahputra untuk menunggu di mobil. Selanjutnya, Andi Lala kembali masuk ke rumah korban untuk menghabisi Riyani, istri Riyanto dengan tiga kali pukulan.

Begitu juga dengan ketiga anak korban, Syifa Fadillah Hinaya, Gilang Laksono dan Kinara, masing-masing dengan dua kali pukulan besi silinder. Syifa dan Gilang langsung tewas, sementara Kinara selamat. Karena kesakitan, Kinara menangis memanggil ibunya. “Mamak, mamak,” panggil Kinara saat itu.

Sementara Marni, orangtua Riyani alias mertua Riyanto terbangun dari tidurnya. Dia hendak menyambangi Kinara. Namun, Andi Lala yang melihat Marni datang, langsung menghampirinya dan menghantamkan besi silinder yang masih dipegangnya ke kepala Marni. Nenek Kinara tersebut langsung tewas di tempat.

“Untuk sementara ini, motifnya dendam, tapi merampok juga. Karena ada barang-barang korban yang diambil pelaku. Seperti handphone (HP), tablet, sepeda motor dan STNK-nya serta uang Rp800 ribu yang diambil dari kantong celana korban, Riyanto. Setelah membunuh, tersangka Roni yang mengemudikan mobil bersama Andi Sahputra. Sedangkan Andi Lala yang membawa sepeda motor korban yang kemudian digadaikan ke tersangka Riki Prima Kusuma dengan harga Rp1,8 juta,” tuturnya.

Pembunuhan 2015

Dari pengungkapan kasus pembunuhan sekeluarga di Mabar tersebut, terkuak fakta lainnya. Andi Lala ternyata otak pelaku sekaligus eksekutor pembunuhan terhadap Suherwan alias Iwan alias Kakek, warga Lubukpakam di kediaman pelaku di Jalan Pembangunan II, Desa Skip, Lubukpakam, Deliserdang, Minggu 12 Juli 2015 malam lalu.

“Jadi ini ada dua seri. Seri pertama adalah atas keluarga korban Riyanto. Setelah proses penyelidikan dan para tersangka (Andi Lala, Roni dan Andi Sahputra), seri kedua ternyata ada kasus pembunuhan lain yang dilakukan Andi Lala di tahun 2015,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel.

Kasus pembunuhan terhadap Suherwan alias Iwan alias Kakek dilakukan tiga orang, yakni Andi Lala, istrinya (Reni Safitri) dan satu pelaku lain atas nama Irfan. “Ketiganya sudah kita tangkap,” sebutnya.

Kasus tersebut, sambungnya, berlatar belakang perselingkuhan istri Andi Lala (Reni Safitri) dengan korban Kakek. Perselingkuhan itu diketahui Andi Lala dan diakui Reni.

Kepada suaminya, Reni mengaku telah melakukan hubungan intim layaknya suami-istri sebanyak empat kali dengan Suherwan. Dua dilakukan di rumah Andi Lala, dua lainnya di kebun ubi Perbaungan, Sergai. Karena dendam, Andi Lala memerintahkan istrinya, Reni Safitri untuk mengundang Suherwan datang ke rumah pelaku.

“Saat itu, tersangka Irfan sudah ada di rumah Andi Lala. Di rumah pelaku sudah ada tiga orang, Andi Lala dan istrinya serta Irfan alias Efan (33). Sesampainya di rumah pelaku, Suherwan langsung dihantam pakai alu dan tewas. Alu itu masih dipakainya sampai sekarang. Ini pintar, dihabisinya waktu warga sedang Salat Tarawih. Saat itu pas bulan puasa (Ramadhan),” bebernya.

Suherwan tewas setelah dipukul empat kali di bagian kepala. “Setelah itu, mayat korban diangkat Andi Lala dibantu istrinya Reni Safitri diletakkan di bak mobil pick-up milik tersangka dibawa ke simpang Jalan Desa Pagar Jati, Lubukpakam, lalu dibuang ke dalam parit.

Setelah itu, istrinya Reni Safitri membawa sepeda motor korban Honda Vario BK 4749 XAI bersama suaminya Andi Lala yang juga mengendarai sepeda motor Vario miliknya menuju lokasi pembuangan mayat Suherman. Sesampainya di lokasi, Andi Lala alias Andi Matalata yang menceburkan sepeda motor korban ke dalam parit.

“Pelaku berpikiran, supaya tewasnya korban dianggap karena kecelakaan. Namun dari hasil penyelidikan, ditemukan kejanggalan. Dari situ diselidiki, kemudian disimpulkan telah terjadi pembunuhan,” ungkap Rycko.

(g/10)

Berikan Komentar