Baru Dilepas setelah Menang Praperadilan, Siwaji Raja Ditangkap Lagi

oleh -405 views

garudaonline – Medan | Siwaji Raja dilepaskan dari tahanan Polrestabes Medan, Selasa (14/3/2017), setelah permohonan praperadilan yang diajukannya dikabulkan hakim Erintuah Damanik , Senin (13/3/2017). Namun, baru selangkah keluar dari kantor polisi, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumut itu ditangkap kembali.

Setelah menunggu sejak kemarin, kuasa hukum akhirnya membawa keluar Siwaji Raja dari Polrestabes Medan. Pengusaha tambang itu juga disambut keluarga dan kerabatnya. Bahkan dia pun mendapat pengalungan semacam syal warna merah.

Saat ditanyai wartawan Siwaji Raja mengaku senang, namun tak banyak berkomentar. “Tanya pengacara saya saja,” kata pria yang kini berjanggut itu sambil berjalan menuju pintu gerbang Polrestabes Medan.

Baru selangkah keluar dari gerbang, beberapa petugas berpakaian preman menghadangnya. “Saya bawa surat penangkapan untuk bapak lagi,” katanya sambil mengambil amplop cokelat dari kantong belakangnya.

Kericuhan terjadi karena keluarga protes. Belum sempat surat penangkapan dibacakan, sejumlah petugas berpakaian preman memeluk dan mendorong Siwaji Raja kembali ke dalam kompleks Polrestabes Medan.

Di tengah kericuhan itu, sejumlah petugas memiting Siwaji Raja. Mereka langsung membawa pengusaha tambang itu ke Rumah Tahanan Polisi (RTP).

Polisi belum menjelaskan alasan penangkapan kembali itu. Ketua tim kuasa hukum Siwaji Raja, Julheri Sinaga, pun mengaku belum mendapat pemberitahuannya.

Seperti diberitakan, permohonan Siwaji Raja alias Raja, salah seorang tersangka pembunuhan berencana terhadap pengusaha softgun, Indra Gunawan alias Kuna, dikabulkan hakim tunggal Erintuah Damanik dalam sidang praperadilan di PN Medan, Senin (13/3/2017).

Hakim memutuskan penetapan status tersangka dan penangkapan terhadap Siwaji Raja dinyatakan tidak sah.

Polrestabes Medan pun diperintahkan untuk mengeluarkan Siwaji Raja dari rumah tahanan negara. Selain itu, mereka  diperintahkan untuk membayar uang pengganti kerugian materi kepada Siwaji Raja sebesar Rp1 juta dan membuat pengumuman di sati media cetak nasional dan media elektronik nasional.

Sebelumnya, Siwaji Raja mengajukan gugatan praperadilan terhadap penyidik Polrestabes Medan atas penetapan tersangka dan penahanan dirinya terkait kasus pembunuhan Indra Gunawan alias Kuna. Pengusaha softgun ini tewas setelah ditembak di depan tokonya di  Jalan Ahmad Yani, Kesawan, Medan, Rabu (18/1/2017) pagi.

Polisi awalnya menangkap 7 tersangka dalam kasus pembunuhan itu. Dua di antaranya, yakni tersangka eksekutor, Putra, dan orang yang disebut memberinya perintah, Rawindra alias Rawi, tewas ditembak polisi.

Tak berhenti di sana, penyidik Polrestabes Medan juga menetapkan
Siwaji Raja disebut sebagai tersangka yang mengorder pembunuhan itu kepada Rawi. Dia diamankan di Jambi pada Minggu (22/1/2017) sore.

(g/01)

Video Terkait:

Berikan Komentar