Berpotensi Rusuh, Rekonstruksi Pembunuhan Sekeluarga di Medan Deli Dipindahkan

oleh -249 views

garudaonline – Medan | Rekonstruksi pembunuhan lima anggota keluarga yang awalnya dilakukan di lokasi kejadian di Jalan Mangaan Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Senin (8/5/2017), harus dipindahkan ke Mapolda Sumut karena berpotensi rusuh.

“Sempat tersisa dua adegan yang belum diperagakan di lokasi, karena melihat kerumununan warga yang semakin padat dan berusaha meluapkan emosi kepada para tersangka,” ujar Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Nurfallah kepada wartawan.

Dikatakan, proses rekonstruksi yang masih menyisahkan dua adegan itu kemudian kembali dilanjutkan di Mapolda Sumut.

“Sudah dilanjutkan kembali dua adegan yang tersisa di Mapolda Sumut,” kata Nurfallah.

Disinggung soal sinkronisasi keterangan tersangka dengan fakta di lapangan, Nurfallah menyatakan tidak ada masalah. Rekonstruksi berjalan sesuai dengan hasil penyidikan.

“Mengenai fakta baru belum kita temukan. Sejauh ini, masih sinkron dengan keterangan yang disampaikan para tersangka kepada penyidik,” pungkasnya.

Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Faisal Napitupulu menambahkan, proses rekonstruksi yang dilaksanakan terdiri dari 50 adegan. Meski sempat terhenti, dua adegan di antaranya, adegan ke 12 dan 13 terpaksa digelar di Mapolda Sumut.

“Adegan ke 12 dan 13 terpaksa digelar di Poldasu, yaitu saat Andi Lala kembali ke mobil dan mengaku akan mengambil alat hisap sabu.  Padahal dia mengambil besi seberat 15 Kg yang dipakai untuk mengeksekusi para korban. Kemudian saat seorang saksi bertemu dengan tersangka Roni dan Andi Syahputra,” terang Faisal.

Faisal menjelaskan, peragaan ke-48 adegan di TKP itu bermula dari tahap perencanaan pembunuhan yang dilakukan ketiga tersangka di Lubukpakam, Deliserdang.

“Untuk efisiensi waktu, peragaan adegan perencanaan itu dilakukan tidak jauh dari lokasi rumah korban Riyanto,” kata Faisal.

Sedangkan untuk rekonstruksi eksekusi pembunuhannya, Faisal menyebutkan tetap berlangsung di rumah korban. Rekonstruksi tersebut menurutnya untuk mengungkap fakta yang disampaikan para tersangka dalam kasus pembunuhan sadis yang menewaskan lima orang sekeluarga.

“Total di TKP tadi ada 48 adegan dari yang seharusnya 50 adegan. Dua adegan batal digelar karena alasan keamanan dan masyarakat mulai menyerang para tersangka,” pungkas Faisal.

Rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilaksanakan di dua lokasi masing-masing di TKP dan Mapolda Sumut, turut dihadiri tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan penasihat hukum para tersangka.

(g/01)

Berikan Komentar