Calo Prona di Asahan Terkena OTT Satgas Saber Pungli

oleh -1.028 views
Kapolres Asahan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja (2 dari kiri), Wakapolres Kompol Triyadi (2 dari kanan), Kasatreskrim AKP Bayu Putra Samara (kiri) dan Kanit Tipikor Ipda Rianto merilis hasil OTT terhadap calo prona dan tiga kades di Kecamatan Bandar Pulo, Kabupaten Asahan.

garudaonline – Asahan | Calo proyek nasional (Prona) di Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, JS (54) terkena operasi tangkap tangan (OTT) tim Saber Pungli Polda Sumut dan Polres Asahan.

JS ditangkap saat menerima uang dari salah seorang pengurus prona di Desa Gajah Sakti, Jumat (23/12/2016) sekira pukul 15.00 WIB. Darinya disita barang bukti uang sebanyak Rp2 juta.

Selain JS, tim Saber Pungli Polda Sumut dan Polres Asahan juga mengamankan tiga kepada desa (kades) di Kecamatan Bandar Pulo, Kabupaten Asahan. Ketiganya diamankan karena diduga terlibat dalam praktik percaloan tersebut.

Kapolres Asahan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja dalam keterangan persnya, Senin (26/12/2016) mengakatan, ketiga kades tersebut masing-masing, Kades Buntu Raja, Kades Gunung Berkat dan Kades Gajah Sakti.

“Dari penangkapan ini, kita menyita sejumlah dokumen pendung untuk pengurusan prona di BPN Asahan. Hasil pemeriksaan awal, didapati 70 korban. Modus tersangka, mematok biaya pengurusan prona dengan biaya antara Rp1 juta hingga Rp2,5 juta per satu berkas surat tanah dari masyarakat,” terang Tatan.

Didampingi Wakapolres Kompol Triyadi, Kasatreskrim AKP Bayu Putra Samara dan Kanit Tipikor Ipda Rianto, Tatan menyebut bahwa para tersangka untuk sementara dipersangkakan dengan Pasal 378 dan atau 372 KUHPidana.

Terkait pengungkapan ini, sambung Tatan, pihaknya masih melakukan pengembangan karena tidak tertutup kemungkinan ada pihak lain yang ikut mendukung ‘permainan’ para tersangka.

Sementara tersangka JS ketika ditanya mengakui perbuatannya. Dia juga mengaku saat ditangkap tim Saber Pungli Polda Sumut dan Polres Asahan sedang menerima uang dari salah seorang warga Desa Gajah Sakti yang akan mengurus prona.

Lain halnya dengan ketiga kades berinisial IS (50), MS (45) dan MH (32). Saat ditanya keterlibatannya dengan pengurusuan prona itu, mereka memilih diam.

(g/01)

Berikan Komentar