Datang Lewat Jalur Ilegal, WN Malaysia Diciduk

oleh -155 views

garudaonline, Medan | Seorang Warga Negara (WN) Malaysia, Mohamad Khaizad bin Hashim alias Khairul Azam diciduk oleh petugas dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan dari kediamannya di Jalan Glambir V Gang Atok Ujung, Kecamatan Medan Helvetia pada Rabu (9/11) sekira pukul 10.00 WIB. Ia diamankan karena masuk ke wilayah Indonesia dengan cara ilegal atau jalur tikus.

“Kita mengamankan Mohamad Khaizad bin Hashim alias Khairul Azam karena diduga berkewarganegaraan Malaysia yang masuk secara ilegal ke wilayah Indonesia,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Lilik Bambang melalui Kabid Waskidam, Petrus Teguh saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (11/11/2016).

Selain itu, Khairul juga mempunyai dokumen kependudukan seperti E-KTP dan SIM A Aceh serta paspor Indonesia. Menurut Teguh, Khairul Azam mendapat dokumen kependudukan karena dibantu oleh sepupunya bernama Ruslan.

“Keberadaan orang asing tersebut diketahui berdasarkan laporan masyarakat dari awal Oktober 2016. Dari hasil pemeriksaan, dicurigai yang bersangkutan (Khairul) telah memiliki identitas WNI yang didapat dengan cara memberikan keterangan palsu,” ungkap Teguh seraya menyatakan bahwa Khairul Azam membuat identitas kependudukan di Bireun, Aceh.

Teguh melanjutkan, pihaknya belum bisa memastikan kalau E-KTP atas nama Khairul Azam itu palsu atau memang dikeluarkan oleh pemerintah setempat. Pasalnya, Imigrasi belum berkoordinasi dengan Pemerintahan Bireun. Teguh menjelaskan, bahwa Khairul tiba di Indonesia pada November 2015 menggunakan jalur ilegal dari Johor, Malaysia dengan tujuan Batam.

“Kemudian yang bersangkutan menggunakan pesawat terbang dari Batam menuju ke Medan dilanjutkan ke Bireun, Aceh menggunakan jalur darat. Tujuan Khairul melalui jalur ilegal karena dia termasuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan dicekal oleh Pemerintah Malaysia,” terang Teguh.

Berdasarkan data, Khairul sedang menjalani proses hukum di Malaysia. Karena sedang menjalani proses hukum itulah, Khairul datang melalui jalur tikus. Bahkan, untuk menghindari proses hukum dan sebagai alasan tidak menghadiri sidang, Khairul memalsukan surat penahanan dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan.

Teguh menyatakan, pihaknya akan melakukan deportasi terhadap Khairul jika ada permohonan dari Pemerintahan Malaysia. Atas kasus ini, Khairul dijerat dengan Pasal 126 huruf c, Pasal 119 ayat (1) dan Pasal 113 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian. (Endang)

Berikan Komentar