Delapan Saksi Pembunuhan Sekeluarga di Medan Deli Diperiksa Polisi

oleh -478 views
Jasad salah seorang dari lima korban pembunuhan terkapar bersimbah darah di lokasi kejadian di Jalan Mangaan Gang Benteng Lingkungan 11, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Minggu (9/4/2017).

garudaonline – Medan Deli | Penyidik Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan telah memeriksa delapan orang saksi terkait kasus pembunuhan sadis di Jalan Mangaan Gang Benteng Lingkungan 11, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Minggu (9/4/2017).

“Dari delapan orang saksi yang kita periksa, seorang di antara orang yang pertama kali melihat para korban meningal dunia dan seorang lagi tetangga dekat korban,” ujar Kapolres Pelabuhan Belawan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yemi Mandagi SIK, Senin (10/4/2017).

Yemi mengatakan, saat ini pihaknya tengah mendalami dan mengumpulkan informasi guna memburu pelaku pembunuhan sadis terhadap lima orang anggota keluarga terdiri dari pasangan suami istri (pasutri) dan dua orang anak serta seorang ibu.

Untuk memburu para pelaku, pihaknya telah membentuk tiga tim khusus (timsus) gabungan terdiri dari personel Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut, Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Medan Labuhan.

Sejauh ini Yemi belum bisa memastikan motif pembunuhan sadis tersebut apakah perampokan atau tidak, meski dalam proses proses penyelidikan pihaknya telah menemukan indikasi barang-barang berharga korban yang hilang seperti dua unit handphone dan satu unit sepeda motor korban.

“Kalau motifnya belum bisa kita pastikan karena pelakunya belum tertangkap, nanti kalau sudah ditangkap baru diketahui motif dari pembunuhan itu,” pungkas Yemi.

Kasus pembunuhan sadis ini diketahui pada Minggu (9/4/2017) sekira pukul 09.00 WIB. Saat itu seorang warga melintas di depan rumah korban. Dia melihat lampu rumah korban masih dalam keadaan menyala, padahal hari sudah siang. Saksi lantas memanggil-manggil korban agar mematikan lampu rumahnya.

Beberapa kali dipanggil tak ada sahutan dari dalam rumah korban. Pada saat itu, saksi melihat pintu samping rumah korban dalam kondisi terbuka. Dia lantas mendekati pintu rumah korban yang terbuka itu. Ketika hendak masuk, saksi melihat ceceran darah di lantai rumah korban.

Melihat itu, saksi langsung memanggil warga sekitar lokasi kejadian. Sontak situasi rumah korban menjadi ramai. Warga berbondong-bondong berdatangan untuk melihat kejadian tersebut. Penemuan itu lantas dilaporkan ke Polres Pelabuhan Belawan.

Tak berapa lama, sejumlah personel Reskrim Polres Pelabuhan datang ke TKP bersama Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Yemi Mandagi SIK dan Kasatreskrim AKP Edi Safari SH.

Salah seorang tetangga korban mengaku sebelum kejadian pada Sabtu (8/4/2017) sekira pukul 23.30 WIB, ia mendengar ada orang bertamu di rumah korban. Saksi juga sempat mendengar korban Riyanto berkata “kok gak nelepon aku”.

Tak lama kemudian, saksi yang merupakan tetangga dekat korban itu mendengar suara mesin sepeda motor berjalan kencang (ngebut) di depan rumahnya. Anak saksi sempat keluar namun tak melihat apa-apa.

Pagi harinya sekira pukul 09.00 WIB, warga melihat enam anggota keluarga itu ditemukan terkapar bersimbah darah. Dari enam orang korban, lima di antara ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan. Sementara seorang lagi dalam kondisi kritis.

Adapun keenam korban tersebut adalah:

1. Riyanto, 40, kepala keluarga (meninggal)

2. Sri Ariyani, 40, istri Riyanto (meninggal)

3. Sumarni, 60, ibu mertua Riyant (meninggal)

4. Naya,13, anak Riyanto (meninggal)

5. Gilang, 8, anak Riyanto (meningal

6. Kinara, 4, anak Ryanto (kritis)

(g/01)

Berikan Komentar