Disaksikan Aparat dan Istri, Wartawan Dianiaya Mafia Tanah

oleh -351 views
Korban didampingi istrinya memperlihatkan bukti laporan penganiayaan yang dialaminya di Mapoldasu, Jumat (24/3/2017) sore.

garudaonline – Medan | Aksi kekerasan terhadap jurnalis kembali terulang. Korban kali ini adalah, Adi Palapa Harahap (40), wartawan Inews TV Biro Medan. Kebrutalan itu dialami korban di rumahnya Pasar III, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Labuhan Deli, tepatnya di depan sekolah Inpres Pelita, Kamis (23/3/2017) malam.

Mirisnya, penganiayaan itu dilakukan sekelompok mafia tanah didepan oknum polisi dan marinir yang sengaja melakukan pembiaran. Istri korban juga menyaksikan pengeroyokan keji tersebut.

“Aku dipukuli di depan polisi bermarga Sirait dan oknum Marinir. Keluarganya juga menyaksikan. Malah aku diancam bunuh,” sebut Ady Palapa usai membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu  (SPKT) Poldasu, Jumat ( 24/3/2017) siang.

Menurut dia, pengeroyokan itu dipicu masalah pemberitaan penyerobotan lahan di Jalan H Anif Kecamatan Percut Seituan oleh mafia berinisial PS. Berita itu berangkat dari warga Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI) bernama Sinurat melaporkan adanya dugaan penyerobotan lahan yang di atasnya terdapat sebuah gubuk yang diratakan  oknum mafia tanah berinisial PS. Korban melakukan peliputan.

Saat itu, Ady Palapa menemui ketua BPRPI Kampung Tanjung Mulia Syahrum Lubis dan juga Sinurat untuk diwawancarai seputar kasus penyerobotan lahan. Namun, di balik pengerusakan gubuk dalam pemberitaan mengkaitkan pemberitaan gudang semen ilegal milik terduga L alias Endang yang sudah pernah dirazia oleh pihak kepolisian, namun tetap beroperasi.

“Jadi berita itu, selain tayang di stasiun Inewstv Medan, juga masuk di koran dan media online dari hasil rilis warga BPRPI bermarga Sinurat,” kata Ady.

Akibat pemberitaan tersebut, sambung Ady, Kamis (23/3) sekira pukul 21.30 WIB rumahnya didatangi sekelompok preman sekira 15 orang, termasuk mafia tanah berinisial PS, diduga suruhan pemilik gudang semen ilegal.

Ady dikeroyok PS dan Silaen di depan oknum polisi dan marinir (orang panggilan mafia) dan istrinya Eka Siregar (29) serta anaknya Eki yang masih berusia 6 tahun.

“Baru siap makan malam aku sama istri dan anak ku di rumah, masih pakaian dinas inewstv. Orang itu mengetuk pintu dan ketika dibuka, aku  diserang dan disuruh mengaku telah membuat pemberitaan tersebut. Pukulan dari depan dan belakang aku rasakan sampai aku minta ampun bersujud baru mereka pergi,” kesal Ady.

Penganiayaan brutal itu mengakibatkan korban babak belur, bengkak di  bibir atas, wajah, kepala dan sakit di bagian dada. Baju kerja yang dikenakan korban juga tak berbentuk karena ditarik pelaku.

Istri korban, Eka Siregar berharap Poldasu menegakkan hukum secara benar.  Polisi didesak segera menangkap pelaku penganiayaan keji terhadap suaminya.

“Ngeri saya rasa. Di depan saya dan anak saya, suami saya dipukuli. Parahnya, anak saya menjadi trauma dengan kejadian itu. Karena saat pemukulan, anak saya sempat lari ke kamar mandi karena ketakutan. Jadi saya minta pada polisi agar segera menangkap pelaku,” pinta Eka.

Laporan korban diterima dengan bukti bukti Laporan Polisi : LP/376/III/2017 SPKT III.

Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Rina Sari Ginting saat dikonfirmasi wartawan mengarahkan korban untuk membuat laporan ke Propam jika ada oknum polisi yang terlibat dalam penganiayaan itu.

“Silahkan saja dilaporkan ke Propam. Nanti akan diperiksa oleh Bid Propam. Kalau dari hasil pemeriksaan ada pelanggarannya, tentu akan diambil tindakan terhadap anggota,” tegas Rina.

(g/01)

Berikan Komentar