Ditanya Soal Kasus Pemerasan Kapolsek Medang Deras, Ini Jawaban Kapolres Batubara

oleh -81 views

garudaonline, Medan | Kapolsek Medang Deras, AKP JH disebut-sebut tertangkap tangan diduga memeras pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pagurawan, Kelurahan Pangkalan Dodek, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, Senin (24/10/2016).

Kepala Polisi Resor (Kapolres) Batubara, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bonaparte Silalahi ditanya awak media terkait dugaan kasus pemerasan itu mengaku belum mengetahuinya.

“Saya belum tahu, karena saya lagi sibuk, Bhabinkamtibmas dan segala macam,” jawab Bonaparte Silalahi, Rabu (26/10).

Namun, saat disebut kasus dugaan pemerasan itu sudah dibenarkan Kabid Propam Polda Sumut, Kombes Pol Syamsudin Lubis, Bonaparte menyebut.

“Kalau memang Kabid Propam sudah membenarkannya, ya berarti benar itu. Kalau saya memang belum tahu, makanya coba nanti saya cek ke Kabid Propam soal itu,” imbuhnya.

Ditanya soal sanksi yang akan diberikan kepada bawahannya itu, Bonaparte belum bisa berkomentar banyak, karena masih menunggu hasil pemeriksaan Bid Propam Polda Sumut.

“Kalau itu kan tergantung rekomendasi dari Propam. Kalau saya menunggu itu, baru nanti akan dievaluasi dulu. Makanya, tadi saya bilang saya belum tahu. Saya mau coba kroscek dulu,” tandasnya.

Diketahui, Kapolsek Medang Deras, Kabupaten Batubara AKP JH tertangkap tangan Tim Khusus (Timsus) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polda Sumut diduga saat memeras pemilik SPBU Pagurawan, Kelurahan Pangkalan Dodek, Kecamatan Medang Deras, Batubara, di Mapolsek Medang Deras, Senin (24/10) lalu.

Timsus Saber Pungli Polda Sumut turut menyita barang bukti berupa uang sebesar Rp500 ribu.

“Iya, ada kita tangkap (Kapolsek Medang Deras semalam Senin). Masih praduga tidak bersalah,” aku Syamsudin.

Ditanya tindakan itu merupakan bentuk pemerasan atau pungli, Syamsudin menyatakan AKP JH masih menjalani pemeriksaan di Bid Propam Polda Sumut.

“Masih kita periksa di sini (Bid Propam). Masih ditelusuri, dan masih azas praduga tak bersalah,” katanya lagi.

Demikian juga ketika disinggung soal barang bukti uang sebesar Rp500 ribu, Syamsudin membenarkannya. “Ada barang buktinya, uang (Rp500 ribu,” katanya.

Dia memastikan, pelaku akan diberi sanksi disiplin. “Sanksi disiplinlah nanti, seperti itulah. Tapi ini kan masih pemeriksaan, praduga tidak bersalah,” pungkasnya. (g/10)

Berikan Komentar