Ditegur Keras MUI, Ahok Minta Maaf

oleh -260 views

garudaonline – Jakarta | Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku telah mendapat teguran dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta terkait statemennya yang dianggap menistakan agama Islam.

“MUI DKI sudah tulis surat ke saya, memperingatkan keras agar saya fokus saja untuk kemaslahatan umat,” paparnya di Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/10/2016).

Ia menambahkan, dalam surat yang ditujukan kepadanya tersebut, MUI DKI Jakarta meminta kepadanya untuk menghindari hal-hal yang dianggap sensitif bagi umat Islam.

“Jangan omongin tentang tafsiran-tafsiran agama yang sensitif. Karena yang seagama saja bisa menafsirkannya berbeda. Ya sudah, saya minta maaf untuk itu,” tambahnya.

Ia menjelaskan, niatnya pada waktu itu hanyalah sebatas menunjukkan yang sebenarnya.

“Niatnya waktu itu hanya ingin menunjukkan sebetulnya, saya enggak mau orang yang punya tafsiran seperti itu bingung, dapat bantuan kok enggak milih saya,” ujarnya.

Dengan adanya respon dari beberapa umat, bahkan beberapa aliansi yang memprotes keras, Ahok menegaskan dirinya bukan tipe orang yang anti Islam.

“Saya bukan anti Islam. Saya dari kecil kamu juga bisa lihat, bukan mau ria, sekolah-sekolah Islam kami bantu perizinannya. Sudah berapa banyak selesaikan izin, termasuk KJP untuk madrasah, bangun masjid juga,” pungkasnya.

Minta Maaf

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta maaf kepada semua umat Islam terkait video berjudul ‘Ahok: Anda Dibohongi Al-Quran Surat Al-Maidah 51’. Ia tidak bermaksud melecehkan agama Islam.

“Yang pasti saya sampaikan kepada semua umat Islam ataupun orang yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam karena videonya seperti apa. Semua wartawan TV juga saat itu menayangkan, tapi gak ada yang bilang bahwa itu penistaan atau pelecehan. Saya juga bukan ahli Islam,” ujar Ahok di Balai Kota, Senin (10/10).

Ahok juga tindakannya selama ini tidak melecehkan umat Islam. Ia pun mencontohkan beberapa kebijakannya yang mendukung Islam seperti perizinan sekolah Islam yang dibantu oleh Pemprov DKI Jakarta, termasuk KJP Madrasah dan bangunan masjid.

“Kamu bisa lihat tindak tanduk saya ada gak melecehkan Islam? Saya minta maaf untuk kegaduhan ini. Saya rasa komentar ini jangan dilanjutkan lagi karena tentu mengganggu keharmonisan hidup berbangsa dan bernegara. Tidak ada niat apapun saat itu, bahkan orang Pulau Seribu pun saat itu tertawa kok,” ujarnya.

“Makanya saya mengerti sekali, ini memang urusan pribadi, setiap orang punya hak yang sama. Urusan agama adalah urusan pribadi jangan dikeluarkan ke publik. Makanya saya juga tidak akan menyinggung lagi,” katanya.(rep/BS)

Berikan Komentar