Dua Anggota Komplotan Begal Ditangkap, Seorang Ditembak

oleh -268 views

garudaonline, Medan | Dua anggota komplotan begal berhasil ditangkap personel Reskrim Polsek Medan Timur.

Mereka ditangkap saat beraksi di Jalan MT Haryono/Persimpangan Jalan Cirebon, Medan, Senin (10/10/2016) dini hari.

Dari penangkapan itu, polisi terpaksa menembak kaki salah seorang tersangka karena melawan saat akan ditangkap.

“Satu tersangka yang kita berikan tindakan tegas terukur adalah Idoi (21) warga Jalan Tuasan, Kelurahan, Medan Tembung.

Sementara temannya Dian (17) warga Jalan Amaliun Gang Panduan, Kelurahan Kota Matsum, Kecamatan Medan Kota,” kata Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Syahrif Ginting, Senin (10/10/2016).

Dikatakan, dini hari itu kedua tersangka mengendarai sepeda motor melintas di Jalan MT Haryono, Medan.

Tiba di persimpangan Jalan Cirebon, kedua tersangka melihat pria mengendarai sepeda motor seorang diri.

Melihat sasaran di depan mata, kedua tersangka lantas mengejar sepeda motor yang dikendarai pria bernama Eza Badrianto (22) warga Aceh itu.

Setelah mendekat, salah seorang dari tersangka mencoba merampas sepeda motor korban sambil mengancam pakai pisau.

Merasa terancam, korban tak mau diam, dirinya berteriak minta tolong. Teriakan korban didengar oleh personel Reskrim Polsek Medan Timur yang berada di Pos Begal Uniland. Polisi langsung bergerak cepat untuk melakukan penangkapan.

Menyadari kedatangan polisi, para pelaku langsung berusaha melarikan diri. Polisi terus melakukan pengejaran sehingga seorang pelaku, Dian berhasil ditangkap.

Pengejaran terhadap para pelaku begal itu tidak sampai di situ, polisi terus melakukan pengejaran. Hingga di Jalan Putri Hijau tepatnya depan gedung Capital Building, polisi berhasil menangkap Idoi.

Namun, saat penangkapan tersangka yang satu ini, polisi terpaksa melumpuhkan kakinya dengan timah panas. Pasalnya, saat ditangkap, tersangka mencoba melakukan perlawanan. Kemudian kedua tersangka diboyong ke Mapolsek Medan Timur untuk menjalani pemeriksaan.

Lebih lanjut mewakili Kapolseknya Kompol BL Malau, Syahrif Ginting mengatakan, kedua tersangka bersama empat rekannya yang masih buron sudah sempat menghadang laju kendaraan korban.

“Para tersangka sempat mengambil kunci kontak sepeda motor dan mengancam korban dengan pakai pisau. Kemudian korban berusaha melarikan diri sambil berteriak maling,” ucap dia.

Masih Ginting, dari pemeriksaan sementara, kedua tersangka dan rekannya telah lebih satu kali beraksi melakukan begal.

“Pada 1 Oktober 2016 sekira pukul 02.00 WIB lalu, para pelaku melakukan begal di Jalan Raden Saleh depat kantor Wali Kota Medan. Tersangka mengambil 1 unit sepeda motor jenis vario, laporannya di Polsek Medan Baru.

Kemudian beraksi juga di Jalan Merak Jingga dan Jalan MT Haryono. Kita masih melakukan pendalaman lagi, kemungkinan masih banyak lagi lokasi-lokasi lain,” sebutnya.

Lanjut dia, pihaknya juga masih mengejar empat pelaku lagi yang saat pengejaran barhasil melarikan diri.

“Barang bukti satu unit sepeda motor milik tersangka. Keempat tersangka yang buron berinisial O, A, K dan F,” pungkasnya. (Iwan)

Berikan Komentar