Dua Anggota Komplotan Perampok Ditangkap, Seorang Ditembak

oleh -336 views
Kapolsek Patumbak, AKP Afdhal (kiri), dan Kanit Reskrim, AKP Fery Kusnadi (kanan) memaparkan hasil tangkapan dua tersangka pelaku perampokan

garudaonline, Medan | Dua anggota komplotan perampok bersenjata tajam (sajam) dengan modus menuduh korbannya perampok, ditangkap personel Reskrim Polsek Patumbak.

Keduanya ditangkap di lokasi terpisah, Kamis (20/10/2016). Dari penangkapan itu, polisi terpaksa menembak kaki salah seorang tersangka karena melakukan perlawanan.

Tersangka yang diberikan tindakan tegas dan terukur tersebut, Hamonangan Siregar alias Monang (41) warga Jalan Jermal XV, Kecamatan Medan Area. Sedangkan temannya yang diamankan, Buhalam Marbun alias Marbun (38) sopir angkot Rahayu, warga Jalan Undian Desa Tarikan Raga, Kabupaten Deliserdang.

Kapolsek Patumbak, AKP Afdhal Junaidi SIK didampingi Kanit Reskrim AKP Fery Kusnadi SH menjelaskan, aksi perampokan kedua tersangka dilakukan pada Senin 10 Oktober 2016 subuh, di Jalan SM Raja, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, persis di depan PT Asahan.

Saat itu, korban Irwansyah Putra (46) warga Jalan Kelambir V, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang yang sedang berdiri di pinggir jalan setelah dari Tebingtinggi tiba-tiba dihampiri angkot Rahayu 121 A BK 1715 GW.

“Tersangka Monang langsung turun dan menodongkan pisau ke pinggang korban lalu memaksanya naik,” terang AKP Afdhal.

Saat di angkot, tersangka Monang langsung mengikat tangan korban pakai kain, dan angkot terus melaju dikemudikan Marbun ke arah Tanjungmorawa.

“Tersangka Monang melucuti harta korban seperti uang tunai Rp3 juta dan handphone,” katanya.

Tidak sampai di situ, tersangka Monang juga menuduh korban yang merupakan PNS di PN Tebingtinggi ini telah merampok uang tersangka Marbun sehingga meminta ganti rugi.

“Tersangka Monang menyuruh korban agar menghubungi istrinya supaya memberikan uang tebusan Rp20 juta. Namun setelah dihubungi istri korban tidak percaya,” jelas Afdhal.

Karena tidak berhasil, Monang marah dan memukul kening korban pakai kunci roda hingga berdarah.

“Sesampai di rumah majikan (pemilik) angkot, kedua tersangka membawa korban naik sepeda motor dan membuangnya di pinggir jalan. Korban ditolong warga dengan membawanya ke polsek terdekat,” sebutnya.

Selanjutnya, korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Patumbak dengan bukti Laporan Polisi Nomor : LP/871/X/Sekta Patumbak/Restabes Medan tanggal 10 Oktober 2016.

Hasil penelusuran di TKP akhirnya tersangka Marbun ditangkap di seputaran Terminal Amplas. Hasil pengembangan dari tersangka Marbun ditangkap pelaku utama Monang di depan Pusat Pasar, Kecamatan Medan Kota.

Petugas kaki kanan Monang karena mecoba melarikan diri dan melakukan perlawanan.

“Tertangkapnya tersangka Monang berkat ingatan korban atas tato cewek yang ada di dada kanan tersangka,” beber Afdhal.

Saat ini angkot Rahayu yang dipakai kedua tersangka merampok telah diamankan di Mapolsek Patumbak berikut 1 buah kunci roda sebagai barang bukti.

“Kita kenakan Pasal 365 ayat 2 ke 1e dan 2e KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan (curas) dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara,” pungkas Afdhal. (g/10)

Berikan Komentar