Gugatan Praperadilan Siwaji Raja Dikabulkan, Status Tersangka Gugur

oleh -374 views

garudaonline – Medan | Pengadilan Negeri (PN) Medan menerima gugatan praperadilan yang dimohonkan Ir S Siwaji Raja ST alias Raja terhadap Polrestabes Medan. Dengan dikabulkannya gugatan tersebut, maka status Raja sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Indra Gunawan alias Kuna gugur.

“Menyatakan, mengabulkan permohonan praperadilan pemohon sebagian. Menyatakan penetapan tersangka, penangkapan hingga penahanan terhadap pemohon tidak sah dan tidak mengikat,” ucap hakim tunggal Erintuah Damanik di PN Medan, Senin (13/3/2017).

Surat perintah penyidikan serta surat penetapan tersangka dan surat penahahan Siwaji Raja pun dinyatakan batal dan tidak mempunyai kekuatan mengikat. Termohon dalam hal ini Polrestabes Medan, diperintahkan untuk mengeluarkan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumut itu dari rumah tahanan negara.

Polrestabes Medan juga diperintahkan untuk membayar uang pengganti kerugian materi kepada Siwaji Raja sebesar Rp1 juta. Nilai uang pengganti kerugian ini lebih rendah dari gugatan yang diajukan kuasa hukum Siwaji Raja, yaitu sebesar Rp1 miliar.

Hakim beralasan mempertimbangkan putusannya mempertimbangkan kondisi keuangan negara. Selain itu, pihak Polrestabes Medan juga diperintahkan untuk membersihkan nama baik pemohon dalam bentuk pengumuman di media cetak nasional dan media elektronik nasional.

Sebelumnya, pihak Siwaji Raja memohon agar Polrestabes Medan diperintahkan membuat permohonan maaf di 3 media cetak dan 3 media elektronik nasional.

“Juga karena kondisi keuangan negara yang tidak stabil, hakim hanya meminta agar pihak termohon merehabilitasi nama pemohon di satu media cetak nasional dan satu media elektronik nasional,” jelas Erintuah.

Seusai persidangan, Erintuah yang juga Humas PN Medan, saat dikonfirmasi mengaku menerima permohonan Siwaji Raja lantaran saksi yang dihadirkan pihak Polrestabes Medan bukan saksi yang melihat langsung peristiwa yang menghubungkan pemohon dengan pembunuhan itu. Selain itu, kematian Rawindra alias Rawi, tersangka yang disebut mendapat perintah Siwaji Raja, juga melemahkan pembuktian penyidik.

“Saksi itu yang harus melihat dan mengalami, namun saksi yang dihadirkan termohon hanya saksi yang mendengarkan. Dia hanya mendengar Raja pernah mengancam Kuna. Ini kan tidak cukup bukti. Kemudian saksi polisi juga mengatakan adanya pengakuan dari Rawi yang dibayar Raja. Tapi kenapa si Rawi ditembak, dia ini kan kuncinya, kenapa harus dihilangkan? berarti polisi teledor,” ungkapnya.

Sementara, Iptu Rismanto yang mewakili pihak Polrestabes Medan tak banyak berkomentar terkait putusan hakim.

“Prinsipnya kita taat hukum, kita akan konsultasikan dulu ke pimpinan,” ujarnya.

(g/01)

Berikan Komentar