Home Industry Mi Berbahan Soda Api di Medan Deli Digerebek

oleh -214 views
Petugas BBPOM Kota Medan menggerebek home industry mi berbahan soda api di Jalan Kawat 3 Gang Padi, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Medan Deli, Senin (7/11/2016) sore.

garudaonline, Medan Deli | Home industry mi berbahan soda api di Jalan Kawat 3 Gang Padi, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Medan Deli, Senin (7/11/2016) sore digerebek petugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Medan.

Dari lokasi, petugas menemukan barang bukti berupa mie kuning siap edar sebanyak 650 kilogram, mie lidie 650 bungkus, air boraks 10 kilogram, formalin 1 jiregen, caustic soda 30 kilogram.

Kepala BBPOM Kota Medan, M Ali Bata Harahap mengatakan, penggerebekan merupakan tindak lanjut informasi tentang mi kuning yang berformalin beredar di pasar tradisional. Begitu mendapatkan laporan tersebut petugas langsung mengambil sampel (contoh) mi yang beredar tersebut.

“Kemudian kita mengambil sampel (contoh) mi tersebut untuk dilakukan pengujian, ternyata positif mi tersebut mengandung bahan bahaya,” jelas Ali di lokasi pembuatan mi.

Setelah memastikan mi tersebut berbahaya, pihaknya langusng melakukan penyelidikan dan investigasi. Setelah dilakukan investigasi, petugas yang dipimpin langsung Kepala BBPOM Kota Medan, M Ali Bata Harahap langsung melakukan penggerebekan home industri yang dikelola oleh pria berinisial H. “Sudah satu bulan kita melakukan investigasi,” terang dia.

Menurut dia, home industry ini telah beroperasi selama 2 tahun. Tiap satu harinya, pengelola bisa memproduksi 1 ton mi kuning.

“Biasanya dipasarkan di Pasar Aksara, Pasar Metal dan Pasar Cemara. 1 bungkus seberat 2,5 kilogram dijual seharga Rp17 ribu,” ungkapnya.

Untuk pengelolanya sendiri dan juga pekerja yang merupakan anak H, AGP akan diperiksa untuk penyelidikan lebih lanjut. “Kita akan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan dan Polda Sumut,” tambahnya.

Pihaknya juga akan menyita sejumlah barang bukti dan melakukan penyegelan terhadap home industry tersebut. “Akan tutup dan pengecekan seluruh izinnya,” sebut Ali.

Sementara itu, H ketika diwawancarai awak media enggan berkomentar. “Nanti saja bang, sama bapak saja ngomongnya,” ujar dia.

Kepala Lingkungan XVIII Adi Sugianto sangat terkejut dengan adanya penggerebekan home industry mi yang bercampur bahan berbahaya.

“Selama ini warga pikir hanya usaha yang biasa-biasa saja,” terangnya sembari mengatakan kalau usaha itu sudah hampir 2 tahun.

Dia mengatakan, biasanya usaha tersebut hanya pesanan dari konsumen. “Kalau ada yang pesan baru dibuat mi,” ujarnya.

Kepling juga menyebutkan ada beberapa karyawan yang dipekerjakan oleh pengelola itu. “Pekerjanya rata-rata familinya semua,” kata dia. (g/01)

Berikan Komentar