Ingin Punya Laptop, Pelajar SMA Ini Rampok dan Bunuh Pedagang Kelontong

oleh -279 views
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto (2 dari kiri), Kapolsek Sunggal Kompol Daniel Marunduri (2 dari kanan), Kasubag Humas Polrestabes Medan, AKP Hendri Barus (kiri) dan Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu Nur Istiono (kanan) merilis pelajar tersangka perampok dan pembunuh wanita tua di Sunggal.

garudaonline, Medan | Hanya gara-gara ingin punya laptop, pelajar kelas 2 SMA di Sunggal, Medan, Sumatera Utara, tega merampok dan membunuh pedang kelontong di Pasar 1 Perumahan Graha Pasar 1 No B-6, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal.

Perbuatan keji pelajar berinisial WP (15) ini dilakukan pada Selasa (01/11/2016) sekira pukul 16.00 WIB lalu. Korbannya adalah wanita tua bernama Sui Chen alias Sui Tiang, 71 tahun. (Baca-Wanita Tua Ditemukan Tewas Mengenaskan, Leher Tergorok Mata Tercongkel).

“Jadi motif pembunuhan di Sunggal kemarin, perampokan. Pelaku ingin punya laptop tapi tak punya uang untuk membelinya. Sehingga dia nekad melakukan perampokan itu.

Karena kepergok, dia lalu membunuh korban dengan cara menikam perut lalu menyayat leher serta menusuk mata korban,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, Kamis (3/11/2016) sore.

Menurut Mardiaz, aksi perampokan tersebut sudah direncanakan tersangka sejak pukul 09.00 WIB dan baru dilaksanakan pada pukul 16.00 WIB.

“Saat itu tersangka sedang bermain internet di salah satu warnet. Disitu terlintas dipikirannya untuk merampok korban yang merupakan tetangganya. Selanjutnya, tersangka membawa senjata tajam berupa pedang,” kata Mardiaz.

Tersangka lalu datang ke kios kelontong korban dengan berpura-pura membeli minuman. Namun, lantaran aksinya diketahui, tersangka dengan sadis membantai wanita renta itu.

Satu jam setelah kejadian, personel Reskrim Polsek Sunggal dibawah pimpinan Kapolseknya Kompol Daniel Marunduri dan Kanit Reskrim Iptu Nur Istiono berhasil menangkap tersangka.

Terhadap tersangka masih dilakukan pemeriksaan. Dia dipersangkakan dengan Pasal Pasal 365 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman kurungan penjara seumur hidup. (g/01)

Berikan Komentar