Ini Kronologi Pengeroyokan Pemuda di Medan Hingga Tewas

oleh -661 views
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho (tengah), Wakapolrestabes AKBP Tatan Dirsan Atmaja (2 dari kanan), Kasatreskrim AKBP Febriansyah (2 dari kiri), Kapolsek Medan Barat Kompol Victor Ziliwu (kanan) dan Kapolsek Medan Kota Kompol Martuasah Tobing (kiri) merilis para tersangka kasus pengeroyokan yang menewaskan Yoshua Immanuel Pasaribu.

garudaonline – Medan | Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho, Sabtu (22/4/2017) sore tadi merilis kronologi peristiwa pengeroyokan yang dilakukan sejumlah warga Jalan Multatuli, Medan, Sumatera Utara terhadap seorang pemuda yang ditengarai sebagai kibus polisi.

Aksi pengeroyokan ini terjadi di Jalan Multatuli Lorong V, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimum pada Selasa (18/4/2017) sekira pukul 03.00 WIB. Akibat pengeroyokan itu, pemuda bernama Yoshua Immanuel Pasaribu (24) warga Jalan Raya Menteng Gang Segar, Medan ini tewas.

Pascakejadian, tim gabungan dari Polsek Medan Kota dan Polsek Medan Barat dibantu Satreskrim Polrestabes Medan menangkap 15 orang pelaku terdiri dari 14 laki-laki dan 1 wanita. Dari 15 orang pelaku yang ditangkap, 1 ditembak karena melakukan perlawanan dengan cara melukai seorang anggota polisi yang menangkapnya.

Tersangka atas nama Sopar ini ditembak pada bagian dadanya hingga tewas. Dia ditengarai sebagai otak pelaku atau provokator dalam aksi pengeroyokan tersebut. Sopar juga merupakan residivis dalam kasus pembunuhan.

“Sebelumnya anggota kami dari Polsek Medan Kota melakukan Gerebek Kampung Narkoba (GKN) di lokasi kejadian di Jalan Multatuli Lorong V, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimum. Ada sejumlah warga yang ditangkap karena diduga terlibat peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Nah, di sini tersangka Sopar mencurigai korban sebagai informan atau kibusnya,” kata Kapolrestabes Medan didampingi Wakilnya AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Kasatreskrim AKBP Febriansyah, Kapolsek Medan Barat Kompol Victor Ziliwu dan Kapolsek Medan Kota Kompol Martuasah Tobing.

“Pada Selasa (18/4/2017) sekira pukul 03.00 WIB, di Jalan Multatuli Lorong V, korban bermaksut menghidupkan sepeda motornya. Tersangka Sopar yang mencurigai korban sebagai kibus polisi langsung menangkapnya. Tak lama kemudian datang tersangka lainnya turut menangkap korban dan memeriksa jok sepeda motor korban,” tuturnya.

Dari dalam jok sepeda motor korban, para tersangka menemukan sebuah gari. Selanjutnya, para tersangka menghajar korban hingga babak belur. Saat itu korban sempat berhasil meloloskan diri ke arah sungai, namun tetap dikejar oleh para tersangka.

Tak lama kemudian, korban yang disebut-sebut mahasiswa ternyata bukan ini kembali berhasil ditangkap. Dia lantas diteriaki maling sehingga banyak pelaku lainnya yang datang memukuli korban hingga tewas. Setelah itu mayat korban ditunjang ke sungai dan hanyut.

Dua hari kemudian atau tepatnya pada Kamis (20/4/2017) sekira pukul 00.15 WIB, mayat korban ditemukan warga mengapung di antara tumpukan sampah di pinggiran Sungai Deli kawasan Jalan Guru Patimpus Lingkungan IV, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat.

Selanjutnya oleh personel Reskrim Polsek Medan Barat, mayat korban yang sempat dinyatakan Mr-X tersebut dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan otopsi.

“Hasil pemeriksaan tim medis RS Bhayangkara Medan, korban tewas akibat dibunuh. Kemudian anggota melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan identitas orang-orang yang telah menganiaya korban hingga tewas.

Setelah itu, anggota kita dari Polsek Medan Barat dan Polsek Medan Kota, dibantu personel Satreskrim dan Sat Sabhara Polrestabes Medan melakukan penangkapan ke-15 orang tersangka itu. Dari mereka disita barang bukti 2 bilah parang, 4 batu, 1 anak kunci T dan celana dalam korban,” papar Kapolrestabes Medan.

Adapun ke-15 orang tersangka yang ditangkap tersebut:

1. Sopar (tewas) ditembak
2. Ricky Manulang
3. Wahyu Syaidina alias Kabes
4. Muhammad Saiful
5. Andi Setiawan
6. Endra Gunawan
7. Darmawan Syahputra
8. Rinaldi
9. Boby Haryono
10. Syawaluddin
11. Erwin David
12. Andika
13. Sujatko
14. Ahmadi Priyatama
15. Wiwik

(g/01)

Berikan Komentar