Ini Tiga Arahan Kapolda Sumut Pasca Serangan Bom di Kampung Melayu

oleh -278 views

garudaonline – Medan | Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel memberikan arahan kepada seluruh Kepala Satuan Kerja (Kasatker) dan para Kapolres/Tabes sejajaran Polda Sumut pasca serangan bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) malam.

“Ada tiga arahan Pak Kapolda pasca bom yang mengakibatkan anggota Polri meninggal dunia. Pertama, Pak Kapolda minta seluruh Kasatker dan para Kapolres sejajaran Polda Sumut untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting, Kamis (25/5/2017).

“Untuk petugas berseragam, patroli tidak boleh sendiri dan saat mengatur lalu lintas harus di back up buddy system,” tuturnya.

Kemudian yang kedua, sambung Rina, Kapolda Sumut meminta untuk meningkatkan kewaspadaan, pemeriksaan dan keamanan Markas Komando (Mako). Menambah petugas jaga depan Mako, memeriksa semua kendaraan dan orang yang masuk.

“Yang ketiga, Pak Kapolda juga memerintahkan seluruh Kasatker dan para Kapolres sejajaran Polda Sumut untuk meningkatkan patroli skala besar di tempat ibadah dan melaksanakan razia skala besar sabagai upaya preventif,” imbuhnya.

Selama melaksanakan razia, tambah Rina, personel berseragam harus di back up oleh buddy system oleh petugas yang tidak berseragam.

“Kami mohon partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi kepada pihak kepolisian, jika ada orang-orang baru yang mencurigakan yang masyarakat ketahui, guna dilakukan monitoring oleh pihak kepolisian,” harapnya.

Seperti diketahui, ledakan bom terjadi di kawasan Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) sekira pukul 21.00 WIB, tepatnya di sekitar halte bus Transjakarta.

Dari serangan bom tersebut, lima orang dilaporkan meninggal dunia dan sepuluh orang lainnya mengalami luka-luka. Dari lima korban meninggal, tiga di antaranya personel Polri. Mereka adalah, Ridho Setiawan, Taufan Tsunami dan Imam Gilang Adinata.

Saat kejadian, ketiga personel Polri tersebut tengah melakukan pengamanan pawai obor di lokasi kejadian. Pemakaman anggota Polri yang gugur dalam tugas tersebut akan dilakukan secara upacara dinas kepolisian.

Sementara sepuluh korban luka-luka akibat serangan bom bunuh diri tersebut sudah mendapat perawatan di rumah sakit. Dari sepuluh korban luka-luka itu, lima di antaranya anggota Polri dan lima lainnya merupakan warga sipil.

(g.01)

Berikan Komentar