Kapolda Sumut Ekspos Pengungkapan Kasus Narkoba Sebulan Terakhir

oleh -363 views
Kapolda Sumut, Irjen Pol Dr Rycko Amelza Dahniel Msi didampingi Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Drs Andi Loediyanto dan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting memperlihatkan barang bukti narkoba hasil tangkapan sebulan terakhir

garudaonline, Medan | Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut),  Irjen Pol Dr Rycko Amelza Dahniel Msi, Senin (31/10/2016) pagi mengekspos pengungkapan kasus narkoba yang dilakukan pihaknya bersama BNNP Sumut selama sebulan terakhir.

Dalam keterangannya, Kapolda Sumut yang didampingi Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Drs Andi Loediyanto dan Kabid Humas Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting mengatakan selama sebulan terakhir pihaknya bersama BNNP Sumut telah berhasil mengungkap 39 kasus yang melanggar tindak pidana narkotika.

“Dari jumlah itu, tersangka yang kami amankan sebanyak 47 orang dengan barang bukti Heroin seberat 1 kilogram, sabu-sabu seberat 19,3 kilogram, narkotika jenis ganja seberat 336 kilogram dan pil ekstasi sebanyak 162 butir,” kata Kapolda.

Teranyar, sambung Kapolda penangkapan tersangka FK (38) warga Jalan Kawat 7 Lingkungan IX Perumaham Puri Blok C, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli pada Sabtu (29/10) sekira pukul 17.00 WIB.

“Dari penangkapan tersangka FK ini, personel kami dari Brimob menyita barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat 9 kilogram, 2 unit handphone dan 1 unit sepeda motor,” jabar Kapolda.

Menurutnya, penangkapan tersangka FK merupakan pengembangan informasi dari masyarakat yang menyebutkan tersangka merupakan bandar besar narkoba. Menerima informasi itu, personel Brimobdasu langsung datang ke lokasi dan berhasil mengamankan pelaku di pinggir jalan.

Usai mengamankan tersangka dan juga barang bukti, yang bersangkutan pun diamankan ke Sat Brimob Poldasu yang kemudian diserahkan ke Ditres Narkoba Polda Sumut untuk dilakukan pengembangan. Dari pengakuannya, pelaku mendapat barang haram tersebut dari pria yang akrab disapa Bos (DPO).

Atas perbuatannya, para tersangka pun dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 dan Pasal 112 Ayat 2 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara atau pidana seumur hidup atau hukuman mati dengan denda maksimal Rp10 miliar. (g/10)

Berikan Komentar