Kapolda Sumut Ingin May Day Diisi dengan Kegiatan Bermanfaat dan Positif

oleh -293 views

garudaonline – Medan | Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel berharap perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day, Senin (1/5/2014) di wilayah Sumut diisi dengan kegiatan yang bermanfaat dan positif.

Bagaimana hal tersebut dapat terwujud, kapolda meminta para kapolres/tabes jajaran Polda Sumut untuk membuat inovasi, merubah paradigma hari buruh yang identik dengan demonstrasi atau unjuk rasa menjadi kegiatan hari buruh yang dapat menjadi daya tarik pariwisata.

“Silahkan para kapolres membuat inovasi untuk merubah paradigma hari buruh yang identik dengan demonstrasi menjadi hari ulang tahun buruh yang diisi dengan kegiatan yang bermanfaat dan positif seperti kegiatan sosial, olahraga dan hiburan,” imbuh kapolda pada acara gelar Operasional Tri Wulan I 2017 di Aula Tri Brata Polda Sumut, kemarin.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan bahwa pihaknya telah siap melaksanakan kegiatan pengamanan. Polda Sumut beserta jajaran merupakan unsur kekuatan operasional yang ditugaskan memberikan pelayanan terhadap masyarakat, khususnya pada hari buruh siap menciptakan situasi yang kondusif di wilayah Sumut.

Dikatakan, pada May Day, 1 Mei 2017 mendatang, Element Serikat Pekerja/Serikat Buruh Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Labuhanbatu, Tapanuli Utara (Taput) dan Kota Pematangsiantar, rencananya melakukan peringatan dalam bentuk kegiatan pawai, hiburan, lucky draw, bakti sosial, long march, unjuk rasa damai dan pernyataan sikap pekerja/buruh.

“Elemen serikat pekerja/buruh yang akan mengadakan kegiatan di wilayah Kota Medan ada 2 kegiatan, yaitu Serikat Pekerja Industri (SPI) dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Provinsi Sumut. SPI akan melaksanakan kegiatan pawai dengan menggunakan sepeda motor yang dipimpin oleh Amin Basri dengan jumlah massa berkisar 250 orang,” kata Rina.

“Sedangkan FSPMI Provinsi Sumut pimpinan Willy Agus Utomo dengan jumlah massa berkisar 600 orang akan melaksanakan long march dengan tujuan Kantor Gubsu, Bundaran Gatsu dengan tuntutan hapuskan Out Sourching, naikkan upah dan hak normatif buruh,” tuturnya.

Sementara kegiatan buruh di beberapa daerah seperti Deliserdang akan melaksanakan kegiatan di lapangan alun-alun Kantor Bupati dengan jumlah massa lebih kurang 1000 orang dari Pekerja Buruh Bersatu Deliserdang (PBB-DS), FSPMI-KSPI, SBSI, SPI, SBMI, SBSI 1992 dan FC F SP KAHUT KSPSI. Bentuk kegiatan yang dilakukan, jalan santai, panggung hiburan, lucky draw dan makan bersama dengan ketua panitia Baginda Harahap

Aliansi Pekerja Buruh Deliserdang (APBDS) yang terdiri dari 14 elemen yaitu DPC F SB KIKES SBSI, DPC F SB KAMIPARHO, BPC SBMI Merdeka, SP BERDIKARI, SBSI 1992, DPC SBSI HUKATAN, DPC SBSI SEJATI, PC SPPP SPSI, DPC KEP SPSI, DPC RTMM SPSI, BPC KBI, SBMI MANDIRI, DPC SBSU dan KBI dengan ketua panitia Baginda Harahap.

Sedangkan SBSI 1992 Deliserdang pimpinan Ahmad Albar melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa donor darah bekerja sama dengan PMI Deliserdang bertempat di DPC SBSI 1992, Jalan Perintis Kemerdekaan Dusun IV Desa Tanjungmorawa dengan jumlah massa lebih kurang 150 orang.

Wilayah Kabupaten Labuhanbatu dengan kegiatan hiburan rakyat bertempat di Gedung Nasional Rantauprapat diikuti 7 elemen (SERBUNDO) pimpinan Ishak, DPC SBSI pimpinan A Zega, SPPP pimpinan Ismail Tambunan, SPBUN PTP III pimpinan Anto Bangun, BP SBPI pimpinan Siman, SPM pimpinan Sofyan Ginting dan KBP pimpinan Bahrinel Hasibuan) diperkirakan jumlah massa lebih kurang 2000 orang.

Untuk wilayah Kabupaten Taput akan melaksanakan kegiatan unjuk rasa damai di PT SOL dan Kantor Pemda Taput diikuti oleh elemen Serikat Buruh SPTI-SPSI Taput dipimpin oleh Goklit Hutauruk dan SBSI Taput yang dipimpin Sanggam Lumban Tobing dengan jumlah massa lebih kurang 700 orang dengan tuntutan penambahan kerja dari SPSI, naikkan UMR dan utamakan pekerja lokal.

Sementara wilayah Kabupaten Pematangsiantar DPC SBSI pimpinan Ramlan Sinaga dan DPC-FTA SBSI pimpinan Ramlan Hutabarat akan melaksanakan kegiatan pawai keliling kota Pematangsiantar dengan menggunakan kendaraan bermotor dengan jumlah massa lebih 500 orang.

Pelaksanaan hari buruh internasional di wilayah Sumut khususnya Kota Medan dimungkinkan disusupi oleh berbagai kepentingan tim sukses Pilkada Kabupaten/Kota 2017 oleh parpol, calon Kada/wakada peserta pemilukada 2017 yang memanfaatkan untuk melakukan penolakan terhadap kebijakan pemerintah yang mereka nilai tidak berpihak kepada rakyat.

“Adapun perkiraan kerawanan yang kemungkinan terjadi di lokasi konsentrasi massa adalah sabotase, penembak gelap, teror bom, aksi unjuk rasa yang dilakukan dengan cara kurang santun, melempar dan memaki petugas,” kata Rina.

“Pelaksanaan pengamanan dalam rangka May Day, Polda Sumut akan melibatkan kekuatan personel sebanyak 2.885 personel dengan rincian Polda Sumut 657 personel, Satgaswil 2.228 personel,” tuturnya.

Berikan Komentar