Kapolda Sumut Sepakat Kasus Ahok Diselesaikan Sesuai Hukum

oleh -190 views
Kapolda Sumut, Irjen Pol Dr Rycko Amelza Dahniel Msi berbicara di depan massa anti-Ahok usai Salat Jumat, di Masjid Agung, Medan, 28-10-2016

garudaonline, Medan | Kepala Polisi Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol Dr Rycko Amelza Dahniel Msi sepakat kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diselesaikan sesuai hukum.

“Kita semua berharap kasus ini bisa diselesaikan sesuai hukum di Jakarta. Saya harus menerima aspirasi saudara-saudara dan menyampaikannya ke Mabes Polri,” kata Kapolda usai Salat Jumat bersama massa anti-Ahok, di Masjid Agung, Jalan Diponegoro, Medan, 28-10-2016.

Didampingi sejumlah pejabat utama Polda Sumut, termasuk Kapolrestabes Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHhm, Kapolda juga mengapresiasi masyarakat Sumut yang menyampaikan aspirasi terkait kasus Ahok dengan damai.

“Kemarin saat tabligh akbar di Kabupaten Langkat juga kita juga bahas persoalan ini, karena bukan hanya menjadi pembicaraan di tingkat nasional, melainkan internasional,” ujar Kapolda.

Jenderal berbintang dua itu pun berninisiatif mendengarkan langsung aspirasi dari ummat Islam yang berencana berunjuk rasa di Mapolda Sumut, Jalan Medan-Tanjung Morawa.

“Saya dengar mau ke Polda (Sumut), bagaimana kalau saya yang datang ke sini (Masjid Agung) untuk mendengar apa yang ingin disampaikan kepada saya,” kata Kapolda kepada massa pengunjuk rasa.

Masjid Agung memang menjadi titik kumpul utama dalam unjuk rasa menentang ucapan Ahok yang dinilai telah melecehkan Alquran dan ulama. Meski Kapolda Sumut telah datang menemui warga, massa tetap bersikeras bergerak ke Mapolda Sumut untuk melakukan aksinya. “Kalau ingin ke Polda, silakan. Saya tunggu di kantor saya,” ucap Rycko.

Seusai Rycko berbicara, massa mulai bergerak ke Mapolda Sumut. Mereka menggunakan mobil, angkot, pikap, dan sepeda motor. Selain di Masjid Agung, jamaah dari sejumlah masjid di Medan dan sekitarnya juga berencana bergerak ke Polda Sumut dengan sejumlah titik kumpul lain, seperti Taman Makam Pahlawan.

Demonstrasi ini merupakan lanjutan aksi yang digelar Jumat (14/10). Ribuan orang turun ke jalan menuntut agar Ahok dihukum karena dinilai telah menistakan ayat suci Alquran dan ulama. (g/01)

Berikan Komentar