Kejahatan di Primkop TKBM Belawan Dilakukan Secara Sistemik

oleh -297 views

garudaonline, Medan | Tim Penyidik Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Merah Putih dan Tim Polda Sumut merilis perkembangan dugaan kasus pemerasan, penipuan, tipidkor dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Kantor Primkop TKBM Upaya Karya Belawan.

Dalam siaran persnya, penyidik menyebut kejahatan di Primkop TKBM Upaya Karya Belawan tersebut dilakukan secara sistemik. Pasalnya, selain dilakukan oleh Koperasi TKBM, juga melibatkan oknum Otoritas Pelabuhan (OP).

Dan ini dapat menimbulkan terjadinya demurrage sehingga mengakibatkan biaya logistik Nasional menjadi tinggi yang berdampak terhadap harga barang yang dikonsumsi masyarakat menjadi tinggi pula, sehingga pengusaha, buruh dan masyarakat pada umumnya menjadi korban.

Modus operandi para tersangka memaksa korban atau pengusaha atau perusahaan pengguna jasa TKBM untuk wajib membayar TKBM dalam pelaksanaan kegiatan bongkar muat yang seharusnya tidak perlu menggunakan TKBM.

Hal tersebut tentunya melanggar prinsip ‘No Service No Pay’ sesuai Inpres Nomor 5 Tahun 2005 Diktum 1 Nomor 3 Huruf b Angka 5, serta Pasal 109 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, dimana setiap pelayanan jasa ke pelabuhanan dikenakan tarif sesuai dengan jasa yang disediakan.

Kemudian adanya penghitungan ongkos buruh yang tidak berdasarkan ketentuan atau berdasarkan tonase bukan jumlah buruh yang bekerja sehingga mengakibatkan ongkos bongkar muat yang sangat tinggi, dan hal ini dituangkan dalam SKB (Surat Keputusan Bersama) antara APBMI dan Koperasi TKBM secara sepihak dan diketahui oleh pihak OP Belawan.

Apabila tarif dalam SKB tersebut tidak mau dibayarkan (seluruhnya atau sebagian) oleh para korban, maka tersangka tidak memperbolehkan kegiatan bongkar muat dilakukan dan mengancam akan melakukan aksi demo dari para TKBM sehingga menimbulkan rasa takut dari para korban dan terpaksa harus membayar biaya kegiatan bongkar muat TKBM kepada pengurus Koperasi TKBM Upaya Karya dengan total nilai miliaran rupiah yang telah berjalan selama bertahun-tahun.

Kejahatan yang dilakukan oleh para tersangka merupakan bentuk premanisme terorganisir dalam wadah kepengurusan koperasi dengan menggunakan SKB sebagai alat untuk memaksa para korban (instrumental delik).

Selain Koperasi TKBM Upaya Karya, pihak oknum OP diduga ikut terlibat dengan cara turut serta bersama-sama melakukan kejahatan, membantu melakukan kejahatan, melakukan pembiaran/tidak melakukan pengawasan, tidak melakukan sesuatu yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya dan turut menikmati hasil kejahatan yang dilakukan para tersangka. (g/01)

Berikan Komentar