Ketua Primkop TKBM Upaya Karya Belawan Menyerahkan Diri‬

oleh -183 views

garudaonline, Medan | Seorang lagi tersangka kasus dugaan pemerasan dan pungutan liar (pungli) di Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Upaya Karya Pelabuhan Belawan, menyerahkan diri ke polisi. Tersangka berinisial, M kini sedang diperiksa Tim Satgasus di Mabes Polri.‬

‪Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Rina Sari Ginting, Selasa (8/11) mengatakan, tersangka M yang merupakan Ketua Koperasi Upaya Karya TKBM Belawan datang menyerahkan diri diantar Kodrat Shah.

Selanjutnya, tersangka dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua, Jakarta guna proses penyidikan.

“Selesai diperiksa di Poldasu, tersangka M kemudian diberangkatkan ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan,” kata Rina.

Selain tersangka, sambung Rina, pihaknya juga mengamankan barang bukti antara lain, berita acara rapat kesepakatan bersama penyesuaian tarif pelayanan bongkar muat BICT dan TPKDB, 1 bundel foto copy kesepakatan bersama antara PT Pelabuhan Indonesia I BICT dengan Primkop TKBM Upaya Karya Pelabuhan Belawan, beberapa bukti pembayaran panjar 75 persen dari PBM ke Primkop TKBM Upaya Karya Pelabuhan Belawan dan 1 unit telepon genggam.‬

‪Keterangan serupa disampaikan Direktur Reskrimum Poldasu, Kombes Pol Nurfallah. Kata dia, tersangka kini dibawa ke Mabes Polri. Semua tersangka dalam kasus ini ditangani Tim Satgasus Mabes Polri.‬

‪”Kemarin tersangka datang menyerahkan diri. Lalu pagi tadi langsung dibawa ke Mabes (Polri),” tandasnya.

‪Sebelumnya,  Tim Satgasus Mabes Polri dan Poldasu menetapkan 4 orang tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait pungli atau pemerasan dan penipuan di Pelabuhan Belawan.

Dua tersangka, yakni FHS (36), yang merupakan Bendahara Primkop TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat) Upaya Karya, dan SM (38), Sekretaris TKBM Upaya Karya, diduga telah melakukan tindak pidana pemerasan dan penipuan.‬

‪Mereka dijerat dengan Pasal 368 KUHP, Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 335 KUHP serta Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 UU No 5 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).‬

‪Sedangkan seorang tersangka, SA (51), dikenakan Pasal 11 dan Pasal 12b UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001. PNS Kantor KSOP Pelabuhan Ambon yang juga bekas Manajer UUJBM Primkob TKBM Upaya Karya ini disangka telah melakukan tindak pidana korupsi.‬

‪Sedangkan 1 orang lainnya, ZP, dijerat dengan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Kepala Tata Usaha Primkop TKBM Upaya Karya ini disangka telah memiliki, menyimpan, dan menggunakan narkotika. Saat OTT, penyidik menemukan barang bukti di ruangannya. (g/10)

Berikan Komentar