Korupsi Pengadaan Tanah Terminal, Mantan Kadishub Madina Divonis 4 Tahun

oleh -167 views

garudaonline, Medan | Dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi pada pengadaan tanah untuk terminal Tipe A Pidoli Panyabungan yang menyebabkan kerugian negara Rp1,7 miliar dari total Rp5 miliar Tahun Anggaran (TA) 2013-2014, mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) dan Informatika Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Arlan Batubara divonis oleh majelis hakim selama 4 tahun penjara.

Selain penjara, terdakwa Arlan juga dijatuhi denda sebesar Rp 50 juta subsidair dua bulan kurungan.

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Arlan Batubara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp 50 juta subsidair dua bulan kurungan,” tandas majelis hakim yang diketuai Parlindungan Sinaga di Ruang Cakra III Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (13/10).

Terdakwa Arlan divonis berdasarkan dakwaan subsider Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darma Sembiring yakni Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.‬

Majelis hakim menilai, terdakwa tidak terbukti sesuai dakwaan primer JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Panyabungan tersebut.‬

“Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan subsider,” ujar hakim Parlindungan.‬

Tak sampai disitu, terdakwa Arlan Batubara juga divonis majelis hakim untuk membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp 532.745.000.

“Jika terdakwa tidak mampu membayar uang pengganti paling lambat selama satu bulan setelah putusan majelis hakim mempunyai kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya akan disita dan dilelang untuk negara. Jika harta bendanya tidak mencukupi, maka terdakwa akan dipenjara selama satu tahun,” ucap hakim.‬

Sementara itu, dalam kasus sama pada pembacaan nota putusan terpisah, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Asrul Siregar selama 3 tahun 4 bulan penjara. Atas putusan tersebut, baik terdakwa maupun JPU menyatakan pikir-pikir. (Endang)

Berikan Komentar