Kronologis Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba di Medan

oleh -352 views
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho didampingi Kasatres Narkoba AKBP Ganda MH Saragih menjelaskan kronologis penangkapan dan penembakan gembong narkoba asal Aceh Utara di Jalan Tol Cemara, Medan, Sabtu (24/12/2016) sekira pukul 23.00 WIB.

garudaonline – Medan | Personel Satres Narkoba Polrestabes Medan menembak mati seorang gembong narkoba asal Aceh Utara berinisial FR (25) di kawasan Jalan Tol Cemara, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (24/12/2016) sekira pukul 02.30 WIB.

Tersangaka ditembak karena melakukan perlawanan saat dilakukan pengembangan pencarian barang bukti sabu lainnya di dekat pintu Tol Cemara. Dia (tersangka) mengambil sebilah pisau belati dan menyerang petugas.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan, penangkapan tersangka FR hasil pengembangan dari ditangkapnya RL (29), anggota sindikatnya yang juga warga Desa Geureughek, Aceh Utara.

“Awalnya kita tangkap RL di Jalan Sidomulio Gang Semangka 18 Desa Bandar Kalipah, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Jumat (23/12/2016) sekira pukul 23.00 WIB.

Dari RL kita sita barang bukti sabu seberat kurang 100 gram. Nah, dari keterangan RL, sabu-sabu itu adalah titipan tersangka FR. Kemudian kita lakukan pengembangan menuju rumah FR yang di Medan Marelan,” terang Sandi.

Lebih lanjut didampingi Kasatres Narkoba AKBP Ganda MH Saragih dan Wakasatres Narkoba Kompol Boy J Situmorang, Sandi menjelaskan, setibanya di rumah tersangka FR, pihaknya berhasil mengangkap FR.

Setelah mengamankan FR, sambung Sandi, pihaknya lantas melakukan penggeledahan di rumah tersangka. Hasil penggeledahan, ditemukan sabu-sabu seberat 10 kilogram dan pil ekstasi sebanyak 1000 butir warnah merah jambu di dalam tas hitam di bawah kasur kamar tersangka.

“Kemudian tersangka kita interogasi, dia mengaku masih ada lagi menyimpan narkotika di dekat pintu Tol Cemara. Nah, saat dilakukan pengecekan lokasi, tersangka FR ini melakukan perlawanan.

Dia (tersangka) mengambil sebilah pisau belati dan menyerang petugas. Sudah kita lakukan tembakan peringatan sebanyak tiga, namun tak juga diindahkan. Sehingga kita lakukan tembakan untuk dilumpuhkan sebanyak tiga kali. Tembakan mengakibatkan tersangka FR meninggal dunia,” papar Sandi.

(g/01)

Berikan Komentar