Ormas Islam Demo Ahok di Mapolda Sumut

oleh -197 views
Massa memenggal kepala replika Ahok saat aksi di Mapolda Sumut, Jumat (28/10).

garudaonline, Medan | Ribuan massa Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam di Sumut menggelar aksi mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap Gubernur DKI Jakarta, Ahok di Mapolda Sumut, Jumat (28/10) sore.

Koordinator aksi yang berada di atas mobil pick-up menggunakan pengeras suara menyatakan, mereka sebenarnya tidak mau berdemo, repot-repot mengumpulkan massa dan mendatangi Mapolda Sumut. Namun, karena merasa terhina, mereka terpaksa mendesak pelaku segera ditangkgap.

“Sebenarnya, kami tidak ingin ke sini (Polda Sumut). Karena lambatnya aparat, maka umat Islam turun ke sini. Kalau ini didiamkan, maka akan ada Ahok-ahok yang lain. Kita tidak akan mendiamkan ini.

Meminta polisi cepat merespon. Tapi kalau lambat karena adanya tekanan-tekanan tertentu, maka kita akan bertindak. Kami minta Kapolda Sumut segera melaporkan ke Kapolri,” tegas koordinator aksi disambut massa dengan lantunan takbir.

Massa aksi memberi tenggat waktu seminggu ke depan. Jika tuntutan mereka yang meminta Ahok untuk segera ditangkap tak dipenuhi polisi, maka mereka akan menurunkan massa yang lebih besar. Mereka mengancam akan melumpuhkan semua aktivitas perekonomian.

“Apabila seminggu ini tidak dituntaskan, kita akan turun dengan massa lebih besar. Bandara pun akan kita tutup. Kami tidak bekerja hari ini, kami ikhlas demi menegakkan agama kami,” tandasnya.

Sementara, pengurus Pondok Pesantren Almundzirin, Haryono, yang juga seorang koordinator aksi menegaskan, mereka lakukan itu tidak ada kaitannya dengan politik, meski Ahok kembali maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta.

“Kita umat Islam yang memegang teguh Rasulullah dan kitab kita, Alquran. Tidak ada unsur politik. Karena santri kita adalah hafiz Quran. Ketika Alquran dilecehkan, maka kita siap turun. Dia (Ahok) menyatakan, Alquran itu bohong dan digunakan ulama untuk berbohong.

Kalau kita masalah aqidah. Yang halal ya halal, yang haram ya haram. Menafsirkan ayat itu tidak sembarangan. Kita mendorong aparat penegak hukum, untuk menyuarakan ke Jakarta, agar bertindak adil,” pungkas Haryono.

Dalam aksi yang sempat jeda karena bertepatan dengan waktu Sholat Ashar tersebut, massa melakukan aksi memotong kaki kiri Ahok pada replika yang mereka bawa. Kaki kiri Ahok yang dipotong itu, hendak diserahkan kepada Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel. Namun, Rycko tak berada di tempat, sehingga diwakilkan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto. (g/10)

Berikan Komentar