Pegawai BCA Dibunuh Secara Keji, Mayatnya Dibuang ke Pantai Tak Gendong

oleh -316 views
Dua tersangka perampok pembunuh pegawai BCA Tomang Elok dan Empat penadah barang berharga milik korban diamankan di Mapolrestabes Medan sebelum dirilis Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHum

garudaonline, Medan | Peristiwa perampokan dan pembunuhan pegawai Bank Central Asia (BCA) Cabang Tomang Elok, Medan, Ely Rosida Br Tarigan pada Kamis (13/10/2016) lalu sempat menghebohkan warga Kota Medan.

Beruntung kasus ini cepat diungkap personel Satreskrim Polrestabes Medan. Dua pelaku utama ditangkap, termasuk empat penadah barang berharga milik korban yang dirampas kedua pelaku utama.

Terungkapnya kasus ini sekaligus menguak cara kedua pelaku membantai korban hingga tewas. Dari keterangan kedua pelaku, diketetahui korban dibunuh secara keji.

“Korban dipukul tersangka MLT dengan kayu broti dan batu. Kemudian, tubuh korban diseret masuk ke dalam kamar, lalu mengingkat kedua tangan korban dengan kain milik tersangka SG.

Setelah itu, tersangka mengangkat tubuh korban ke dalam bagasi mobil lalu membawa dan membuang tubuh korban ke Pantai Tak Gendong di Desa Lau Bekri Dusun IV, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHum, Senin (31/10/2016).

Setelah membuang mayat korban, kedua tersangka mengambil barang berharga milik korban berupa dompet berisi uang sebanyak Rp5 juta dan mobil Ford Eco BK 1377 OW. Kemudian melalui tersangka DAS (tertangkap), mobil tersebut dijual kepada tersangka EF alias E (tertangkap) seharga Rp24 juta.

Uang hasil penjualan mobil korban lalu mereka bagi. Tersangka DAS yang mencarikan pembeli diberi upah Rp1.500.000. Tak lama kemudian, mobil korban dijual kembali oleh tersangka EF alias E dan MD (tertangkap) kepada DA (tertangkap) seharga Rp35 juta.

Kemudian di hari yang sama, tersangka DA mejual mobil tersebut kepada IB (DPO) seharga Rp42.000.000. Korban sendiri diketahui suaminya tewas dibunuh dari keponakannya, Ririn Samura pada Jumat (14/10/2016) sekira pukul 11.30 WIB.

Ririn memperoleh informasi dari orang BCA tempat korban berkerja yang menyatakan mayat korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumut. Mendengar kabar itu, James Hendriek S Ketaren (suami korban) bergegas ke RS Bhayangkara untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

Sesampainya di rumah sakit, James memastikan bahwa jasad wanita itu adalah istrinya. Setelah itu, James membuat laporan polisi ke Polsek Kutalimbaru. Dua pekan kemudian, para tersangka berhasil ditangkap personel Reskrim Polrestabes Medan.

Dari penangkapan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya handphone, sepeda motor dan kayu broti yang dipakai tersangka untuk memukuli korban. (g/01)garudaonline, Medan | Peristiwa perampokan dan pembunuhan pegawai Bank Central Asia (BCA) Cabang Tomang Elok, Medan, Ely Rosida Br Tarigan pada Kamis (13/10/2016) lalu sempat menghebohkan warga Kota Medan.

Beruntung kasus ini cepat diungkap personel Satreskrim Polrestabes Medan. Dua pelaku utama ditangkap, termasuk empat penadah barang berharga milik korban yang dirampas kedua pelaku utama.

Terungkapnya kasus ini sekaligus menguak cara kedua pelaku membantai korban hingga tewas. Dari keterangan kedua pelaku, diketetahui korban dibunuh secara keji.

“Korban dipukul tersangka MLT dengan kayu broti dan batu. Kemudian, tubuh korban diseret masuk ke dalam kamar, lalu mengingkat kedua tangan korban dengan kain milik tersangka SG.

Setelah itu, tersangka mengangkat tubuh korban ke dalam bagasi mobil lalu membawa dan membuang tubuh korban ke Pantai Tak Gendong di Desa Lau Bekri Dusun IV, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHum, Senin (31/10/2016).

Setelah membuang mayat korban, kedua tersangka mengambil barang berharga milik korban berupa dompet berisi uang sebanyak Rp5 juta dan mobil Ford Eco BK 1377 OW. Kemudian melalui tersangka DAS (tertangkap), mobil tersebut dijual kepada tersangka EF alias E (tertangkap) seharga Rp24 juta.

Uang hasil penjualan mobil korban lalu mereka bagi. Tersangka DAS yang mencarikan pembeli diberi upah Rp1.500.000. Tak lama kemudian, mobil korban dijual kembali oleh tersangka EF alias E dan MD (tertangkap) kepada DA (tertangkap) seharga Rp35 juta.

Kemudian di hari yang sama, tersangka DA mejual mobil tersebut kepada IB (DPO) seharga Rp42.000.000. Korban sendiri diketahui suaminya tewas dibunuh dari keponakannya, Ririn Samura pada Jumat (14/10/2016) sekira pukul 11.30 WIB.

Ririn memperoleh informasi dari orang BCA tempat korban berkerja yang menyatakan mayat korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumut. Mendengar kabar itu, James Hendriek S Ketaren (suami korban) bergegas ke RS Bhayangkara untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

Sesampainya di rumah sakit, James memastikan bahwa jasad wanita itu adalah istrinya. Setelah itu, James membuat laporan polisi ke Polsek Kutalimbaru. Dua pekan kemudian, para tersangka berhasil ditangkap personel Reskrim Polrestabes Medan.

Dari penangkapan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya handphone, sepeda motor dan kayu broti yang dipakai tersangka untuk memukuli korban. (g/01)

Berikan Komentar