Pelaku Teror Bom Gereja Santo Yosep Divonis 62 Bulan

oleh -216 views

garudaonline, Medan | Terdakwa kasus teror bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Jalan Dr Mansyur, Medan, IAH divonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur‎ selama 62 bulan atau 5 tahun 2 bulan penjara.

Dalam nota putusan majelis hakim, ‎remaja berusia 17 tahun itu terbukti melanggar Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2014 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Putusan itu dibacakan oleh majelis hakim pada Selasa tanggal 4 Oktober 2016.

“Vonisnya selama 5 tahun 2 bulan penjara,” kata Rizal Sihombing selaku kuasa hukum IAH saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (8/10).

Rizal menambahkan, putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 7 tahun penjara.

“Atas putusan itu, kita mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta,” tambahnya.

Selama persidangan di PN Jakarta Timur, IAH mendapatkan bantuan hukum dari Peradi Pusat.

“Kita juga sudah mendaftarkan banding tersebut di PT Jakarta,” jelas Rizal.

Dia mengungkapkan, saat ini pihaknya belum menerima salinan putusan dari PN Jakarta Timur.

Hal itu membuat tim kuasa hukum IAH mengalami kesulitan untuk mempelajari hasil putusan tersebut untuk pertimbangan dan penilaian dalam membuat memory banding.

“Banding sudah didaftarkan, kalau ditanya soal isi memory banding kita juga sudah. Tapi belum maksimal. Karena, kita belum menerima salinan putusannya dari PN Jakarta Timur sehingga poin-poin khusus dalam memory banding belum kita buat‎,” terang Rizal.

Rizal menyebutkan, informasi terakhir bahwa jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur sebagai JPU juga menyatakan banding.

“Nanti saya beritahu perkembangan selanjutnya,” janji Rizal. Untuk saat ini, IAH menjalani hukuman kurungan penjara di Lembaga Perlindungan Anak Sementara (LPAS) di Salemba‎.

Sebelumnya, IAH melakukan aksi teror bom di Gereja Santo Yosep pada Minggu tanggal 28 Agustus 2016 jam 08.00 wib. Ia diketahui membawa ransel berisi bom rakitan. Saat kejadian, diduga bom yang dibawa IAH gagal meledak. Tasnya hanya mengeluarkan percikan api.

Karena itu, IAH pun mengeluarkan senjata tajam dan menyerang pastor yang bernama Albert Pandingan. Jemaat pun panik, beberapa berhamburan dan lainnya berupaya menghentikan perbuatan IAH. Beruntung bom tidak meledak dan IAH pun berhasil dilumpuhkan lalu diserahkan ke polisi. (Endang)

Berikan Komentar