Pelayanan Buruk, PDAM Tirtanadi Tak Layak Naikkan Tarif

oleh -296 views

garudaonline – Medan | Masyarakat harus menelan pil pahit di awal Tahun 2017 dengan kenaikan tarif berbagai layanan publik. Bahkan beberapa BUMD berencana juga menaikkan tarif, satu di antaranya PDAM Tirtanadi. Kenaikan tarif dianggap tidak akan memperbaiki pelayanan PDAM Tirtanadi yang buruk selama ini akan menjadi lebih baik.

“Kendati tarif air naik, dipastikan kuantitas air tetap kecil, kualitas air tetap keruh, berlumpur dan bau, dan kontinuitas air akan tetap macet,” kata Sekretaris Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Padian Adi Syahputra, Jumat (6/1/2017).

Dia menduga rencana kenaikan tarif air dalam waktu dekat hanya akal-akalan untuk menutupi kebocoran ‘biaya kelakuan’ petinggi PDAM Tirtanadi yang besar dan terkesan mubajir sama seperti kebocoran dan mubajirnya distribusi air di IPA Sunggal.

“Sesungguhnya jangka waktu yang lama tarif air tidak naik, tidak dapat dijadikan alasan mendesak untuk menaikkan tarif. Bagaimana jika logikanya dibalik, karena pelayanan PDAM Tirtanadi yang buruk, maka selayaknya tarif air harus diturunkan,” ucapnya.

Dia mengatakan rencana pembangunan IPA untuk meningkatkan debit air hanya alasan untuk memuluskan “akal bulus” PDAM Tirtanadi untuk menaikkan tarif. Evaluasi terhadap investasi besar pada pengembangan IPA Sunggal tidak berpengaruh untuk peningkatan distribusi air ke pelanggan di Kota Medan.

“Karena debit air IPA Sunggal justru terbuang sia-sia ke saluran pembuangan diakibatkan saluran pipa ke pelanggan tersumbat. Pembohongan publik juga dilakukan PDAM Tirtanadi yang menyebutkan kenaikan tarif air diperuntukkan untuk pembiayaan pembangunan pipanisasi dan Intalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPTL), padahal anggarannya telah disediakan pemerintah pusat,” jelas dia.

Menurutnya PDAM Tirtanadi jangan memancing di air keruh. Ketika pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan yang menaikkan tarif berbagai kebutuhan primer masyarakat, PDAM Tirtanadi justru menambah kegaduhan di masyarakat berencana menaikkan tarif air. PDAM Tirtanadi jangan berlindung di balik kenaikan harga BBM dan TDL, kemudian seolah-olah kenaikan BBM dan TDL berdampak pada kenaikan inflasi dan biaya produksi.

“Pelanggan harus melawan upaya PDAM Tirtanadi yang menafikkan hak pelanggan dan pelayanan yang sangat buruk. Gerakan protes secara massif harus dilakukan pelanggan di tingkat cabang menuntut kenaikan tarif air harus dibatalkan. Karena pelangganlah yang langsung merasakan pelayanan buruk PDAM Tirtanadi,” urainya.

(fidel)

Berikan Komentar