Pencuri Sepeda Motor Dihajar Massa Sampai Pecah Kepalanya

oleh -456 views
Tim medis Rs Bhayangkara Medan merawat Jefri Pandapotan H Sihombing sebelum meninggal

garudaonline – Medan | Seorang pemuda tewas dihajar massa setelah tertangkap mencuri sepeda motor di rumah kos kawasan Jalan Guru Sinumba, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (2/5/2017).

Pemuda bernama Jefri Pandapotan H Sihombing, warga Jalan Tirtosari Gang Dame, Kelurahan Medan Tembung, Kecamatan Percut Seituan ini tewas dengan kondisi sangat mengenaskan. Kepalanya pecah serta pada bagian wajah dan telapak tangan mengalami luka dan bengkak. Ia meninggal setelah dirawat 7 jam di RS Bhayangkara Medan.

Kapolsek Medan Helvetia Kompol Hendra Eko Triyulianto SH SIK mengatakan, saat mencuri sepeda motor Kawasaki Ninza BK 6803 NAK milik korbannya Rico Putra Parhusip, Jefri tak seorang diri. Dia dibantu temannya yang berhasil lolos dari sergapan massa.

“Tersangka Jefri dan temannya (DPO) mengambil sepeda motor korban sekira pukul 00.30 WIB. Aksi mereka diketahui oleh teman satu kos korban bernama Lepen Firdaus Ginting. Lalu korban bersama temannya melakukan pengejaran dengan menggunakan sepeda motor,” kata Hendra.

“Sesampainya di simpang lima, korban memberitahukan ke warga ada begal. Lalu warga bersama korban mencari keberadaan tersangka. Dalam pencariannya, korban berhasil menemukan tersangka sedang mengenderai sepeda motor milik korban.

“Saat itu tersangka Jefri menaiki sepeda motor korban lalu didorong dengan temannya yang mengendarai sepeda motor Honda Revo. Begitu melihat tersangka, korban lantas berteriak begal sehingga tersangka Jefri menjatuhkan sepeda motor lalu kabur. Sedangkan temannya kabur dengan sepeda motor revo,” tuturnya.

Untuk menghidari massa, tersangka Jefri berlari ke arah Jalan Kapten Sumarsono, Namun setibanya di depan Mobil 999 No 76/88, massa  berhasil menangkap Jefri. Massa yang emosi lantas menghajar Jefri hingga sekarat.

Personel Reskrim Polsek Medan Helvetia yang mendapat laporan adanya kejadian itu langsung mendatangi TKP. Sesampainya di TKP, polisi melihat Jefri sudah dalam posisi telungkup dengan kondisi kepala bagian belakang remuk dan mengorok.

Personel Reskrim Polsek Medan Helvetia yang melihat itu langsung berusaha menolong Jefri dengan membawanya ke RS Bhayangkara. Namun setelah dirawat 7 jam di Ruang ICU RS Bhayangkara Medan, Jefri meninggal dunia.

“Awalnya identitas pelaku ini tidak diketahui karena dia tidak membawa KTP. Namun setelah handphonenya kami periksa, di situ diketahui nomor handphone orang tuanya. Setelah kami hubungi, orang tua pelaku ini datang ke RS Brimob.

“Untuk selanjutnya, kami akan membuat surat pernyataan tidak di autopsi sesuai dengan permintaan keluarga, melakukan penyelidikan dan menyerahkan jenazah pelaku kepada keluarganya,” terang Hendra.

(g/01)

Berikan Komentar