Penganiaya Anak di Bawah Umur Terancam 2 Tahun 8 Bulan

oleh -199 views
Terdakwa penganiaya anak di bawah umur disidang di PN Medan, Jumat (2/12/2016.

garudaonline, Medan | Morina Simarmata diadili di Ruang Cakra VI Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (2/12/2016). Ia didakwa telah melakukan penganiayaan terhadap anak di bawah umur.

Dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Mariati Siboro, Morina dijerat dengan Pasal 351 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman pidana penjara dua tahun delapan bulan penjara.

Berdasarkan pengakuan korban, RZS dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Nazzar Efendi, saat itu dirinya baru saja keluar rumahnya di Jalan Tangguk Bongkar X, Medan Denai untuk pergi mengaji. Ia mengaku ditampar Morina Simarmata.

“Dipukul tante (Morina) tiga kali di depan rumah. Habis dipukul awak pergi ngaji, pak. Nangis awak dipukul,” kata perempuan mungil tersebut.

RZS tak berani mengadu kepada ibunya setelah ditampar Morina. Ia memutuskan untuk pergi mengaji dan mengadukan kepada ibunya sepulang setelah pulang sekolah. “Pulang ngaji anak saya bilang, mak awak ditampar sama anak tetangga,” kata ibu RZS, Ratna Wati.

Saat ditanyakan mengapa sampai ditampar, bocah tersebut tak mampu menjawab. Akhirnya, Ratna memutuskan mendatangi rumah Morina yang tepat berada di depan rumahnya.

Sesampainya di rumah terdakwa, ibu Morina mengatakan bahwa anaknya tidak berada di rumah. Memang kedua belah pihak sudah tak akur sebelum kejadian penamparan tersebut.

“Adu mulut juga di sana. Karena waktu itu saya sedang hamil tua, saya menjauh karena takut dipukul. Setelah dipukul, adik Morina membawa anak saya ke rumah sakit untuk berobat. Dokter ngasih salep karena luka di bagian pipi,” jelas Ratna.

Dia menduga awal mula dipukul anaknya lantaran dirinya pernah berlangganan gas di toko kelontong Morina. Namun lambat laun, Morina urung menjual gas kepadanya. Sehingga, ia memilih membeli gas ke tetangga yang lain. Morina mengaku keberatan atas penjelasan ibu dan anak tersebut. Menurutnya, penamparan ke pipi RZS tak pernah ia lakukan.

(endang)

Berikan Komentar