Penjaga Gudang Proyek CBD Dibunuh, Mayatnya Ditinggalkan di Atas Sajadah

oleh -665 views
Tim Inafis Satreskrim Polrestabes Medan melakukan olah TKP pembunuhan penjaga gudang logistik proyek pembangunan Kompleks CBD

garudaonline – Medan | Seorang laki-laki paruh baya ditemukan tewas dengan kondisi bersimbah darah di dalam kamar tempat tinggalnya di Kompleks CBD Polonia, Medan, Sumatera Utara, Jumat (12/5/2017) pagi tadi.

Korban bernama Kamal (53) warga Sei Mati, Belawan ini merupakan penjaga gudang logistik di proyek pembangunan Kompleks CBD. Dia tewas diduga akibat dibunuh, mayatnya lalu ditinggal pelaku di atas sajadah.

Informasi diperoleh, motif pembunuhan ini diduga perampokan. Pasalnya, sepeda motor dan handphone milik korban hilang. Polisi masih menyelidiki kasus ini.

Kematian korban pertama kali diketahui ketika Samsul, mandor proyek datang pada pagi hari sekira pukul 08.30 WIB ke lokasi proyek di Blok H Kompleks CBD dengan maksud meminta palu ke kamar Kamal yang bertugas menjaga gudang logistik.

Ternyata, gudang dan kamar masih tergembok dari luar. Samsul pun meminta pekerja bangunannya bernama Parman untuk membuka paksa gembok.

“Dan setelah terbuka, kita lihat dia (Kamal) telungkup tidak bergerak, diatas sajadah,” kata Samsul di lokasi.

Diduga, korban dirampok dan dihabisi saat sholat subuh karena selain diatas sajadah, peci korban juga terlihat di sekitarnya.

“Dan kita lihat ke gudang, sepeda motor Vario yang biasa ditaruh di situ pun sudah tidak ada,” terangnya.

Diduga, korban dirampok lalu dibunuh. Dugaan ini karena selain motornya hilang, posisi kamar yang terkunci dari luar menguatkan dugaan ini

Temuan ini pun langsung dilaporkan ke pihak keamanan yang langsung meneruskannya ke Polisi Militer AU yang kemudian berkordinasi dengan kepolisian.

Petugas dari Polsek Medan Baru dan Polrestabes Medan kemudian melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Selanjutnya, jasad korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan untuk keperluan autopsi.

Kamal sendiri dikenal sebagai sosok yang baik, rajin beribadah oleh pekerja di lingkungan tersebut.

“Dia suka ngasih minum ke kita kalau kerja,” kata Minah, penyapu kompleks. Dengan kalimat terbata, dan mata berair, ia sangat terkejut dengan kejadian ini.

(g.01)

Berikan Komentar