Pilkada Siantar: Pencalonan Surfenov-Parlindungan Dibatalkan MA

oleh -438 views

garudaonline – Jakarta | Sengketa hukum yang mengakibatkan Pilkada di Kota Pematangsiantar ditunda sejak tahun lalu dikabarkan sudah diputuskan Mahkamah Agung oleh majelis hakim yang terdiri dari Hakim Supandi, (Ketua Majelis), Hakim Yosran, Hakim Sudaryono, dan Panitera Heni Hendrata.

Menurut Daulat Sihombing, Ketua Sumut Watch yang menyampaikan kabar sudah adanya putusan ini menyebutkan bahwa dalam putusan ini Mahkamah Agung memutuskan perkara kasasi sengketa Pilkada Kota Pematangsiantar dengan putusan pembatalan paslon Wali Kota/ Wakil Wali Kota Pematangsiantar atas nama Surfenov Sirait- Parlindungan Sinaga.

“Dari investigasi kami di Mahkamah Agung kami sudah mengetahui bahwa Survenof Sirait dan Parlin Sinaga tidak lagi turut menjadi pasangan yang bisa mengikuti Pilkada di Kota Pematangsiantar,” ujar Daulat Sihombing saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Senin (3/10/2016)

Daulat menyampaikan bahwa putusan ini sudah keluar sejak 30 September 2016 lalu.

“Perkara kamar TUN Mahkamah Agung No. 417-K/TUN/2016 dikirimkan kepaniteraan PTUN Medan ke Mahkamah Agung, tertanggal 18 Agustus 2016, namun baru masuk dalam register perkara di Mahkamah Agung tertanggal 13 September 2016, kemudian didistribusi ke Hakim Majelis Mahkamah Agung tertanggal 21 September 2016, dan selanjutnya diputuskan tertanggal 30 September 2016,” ujarnya pada wartawan.

“Dalam putusan yang akan segera dirilis secara resmi dalam Website Mahkamah Agung dalam beberapa waktu dekat ini, Hakim Majelis TUN Mahkamah Agung, membatalkan penetapan hakim peradilan tingkat pertama PTUN Medan dan putusan majelis hakim tingkat pertama PTUN Medan No. 98/6/2015/PTUN-MDN, serta putusan hakim tingkat banding PT.TUN Medan No. 74/B/2016/PT.TUN-MDN,

karena dinilai bertentangan dengan UU Pilkada yang bersifat lex specialis sebagaimana diatur UU No. 1 Tahun 2015 jo. UU No. 8 Tahun 2015 jo. PKPU No. 9 dan 12 Tahun 2015 jo. Perma No. 03 Tahun 2015,” tambah Daulat.(Har)

Berikan Komentar