Polda Sumut Belum Bisa Pastikan Motif Pembantaian Sekeluarga di Medan Deli

oleh -569 views

garudaonline – Medan | Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) belum bisa memastikan motif pembunuhan sadis lima anggota keluarga di Jalan Mangaan Gang Benteng Lingkungan 11, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli.

“Saat ini tim dari Polres Pelabuhan Belawan dan Ditreskrimum Polda Sumut masih menyelidiki kasus pembunuhan itu. Kalau motifnya belum bisa kita pastikan apakah perampokan atau tidak,” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting kepada garudaonline.co, Minggu (9/4/2017) siang.

Pasalnya, sambung Rina, sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya barang-barang korban yang hilang pascakejadian. Semua itu masih dalam proses penyelidikan.

Kasus pembunuhan sadis ini diketahui pada Minggu (9/4/2017) sekira pukul 09.00 WIB. Saat itu seorang warga melintas di depan rumah korban. Dia melihat lampu rumah korban masih dalam keadaan menyala, padahal hari sudah siang. Saksi lantas memanggil-manggil korban agar mematikan lampu rumahnya.

Beberapa kali dipanggil tak ada sahutan dari dalam rumah korban. Pada saat itu, saksi melihat pintu samping rumah korban dalam kondisi terbuka. Dia lantas mendekati pintu rumah korban yang terbuka itu. Ketika hendak masuk, saksi melihat ceceran darah di lantai rumah korban.

Melihat itu, saksi langsung memanggil warga sekitar lokasi kejadian. Sontak situasi rumah korban menjadi ramai. Warga berbondong-bondong berdatangan untuk melihat kejadian tersebut. Penemuan itu lantas dilaporkan ke Polres Pelabuhan Belawan.

Tak berapa lama, sejumlah personel Reskrim Polres Pelabuhan datang ke TKP bersama Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Yemi Mandagi SIK dan Kasatreskrim AKP Edi Safari SH.

Salah seorang tetangga korban mengaku sebelum kejadian pada Sabtu (8/4/2017) sekira pukul 23.30 WIB, ia mendengar ada orang bertamu di rumah korban. Saksi juga sempat mendengar korban Riyanto berkata “kok gak nelepon aku”.

Tak lama kemudian, saksi yang merupakan tetangga dekat korban itu mendengar suara mesin sepeda motor berjalan kencang (ngebut) di depan rumahnya. Anak saksi sempat keluar namun tak melihat apa-apa.

Pagi harinya sekira pukul 09.00 WIB, warga melihat enam anggota keluarga itu ditemukan terkapar bersimbah darah. Dari enam orang korban, lima di antara ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan. Sementara seorang lagi dalam kondisi kritis.

Adapun keenam korban tersebut adalah:

1. Riyanto, 40, kepala keluarga (meninggal)

2. Sri Ariyani, 40, istri Riyanto (meninggal)

3. Sumarni, 60, ibu mertua Riyant (meninggal)

4. Naya,13, anak Riyanto (meninggal)

5. Gilang, 8, anak Riyanto (meningal

6. Kinara, 4, anak Ryanto (kritis)

Berikan Komentar