Polda Sumut Ungkap Prostitusi Online, Gadis di Bawah Umur Dibanderol Rp3 Juta

oleh -597 views
Gadis di bawah umur, korban perdagangan prostitusi online diamankan di Mapolda Sumut, Minggu (11/3/2017).

garudaonline – Medan | Subdit II/Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut mengungkap paktik prostitusi online dari salah satu hotel di Medan. Tiga muncikari berhasil diamankan bersama lima korban gadis di bawah umur yang dibanderol Rp3 juta untuk sekali short time.

“Rata-rata korbannya yang masih berstatus mahasiswa ini dijual kepada para pria hidung belang melalui media sosial seharga Rp3 juta hingga,” terang Wadirreskrimsus Polda Sumut, AKBP Maruli Siahaan didampingi Kasubtid II/Cyber Crime, AKBP Putu.

Adapun tiga mucikari, seorang di antaranya wanita adalah, ORK mahasiswi  salah satu perguruan tinggi swasta di Medan. Dia berperan sebagai penyedia, sedangkan NA alias Ipen juga mahasiswa bertugasnya sebagai pencari langganan pria hidung belang dan AK alias Akbar, seorang wiraswasta, berperan mengantar korban kepada pemesan.

Kata Maruli, kasus ini terungkap berawal dari adanya tawaran yang dilakukan tersangka melalui media sosial ditujukan kepada para pria hidung belang. Petugas segera menyamar sebagai konsumen memesan ingin memakai jasa yang ditawarkan tersangka.

Setelah harga disepakati, tersangka bersama lima wanita yang akan dijajakan kepada pemesannya mengajak bertemu di salah satu hotel berbintang di kota Medan.

“Saat itulah petugas langsung menangkap tersangka ORK bersama dua tersangka lainnya serta mengamankan lima korbannya,” beber Maruli.

Maruli menambahkan, para tersangka menjual korbannya melalui media sosial seharga Rp3 juta, bahkan bisa lebih kepada para pria hidung belang untuk sekali kencan singkat. Tersangka mendapatkan keuntungan lima ratus ribu rupiah per korbannya. Rata-rata korbannya masih belia, ada yang berusia 18 tahun juga berstatus mahasiswa.

“Dari para tersangka, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa lima kotak besar alat kontrasepsi, uang jutaan rupiah diduga hasil transaksi dan sejumlah telepon genggam,” terangnya.

Atas perbuatannya, kata Maruli, para tersangka dikenakan pasal 45 ayat 1 junto pasal 127 Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik atau ITE dan pasal 30 junto pasal 4 Undang-undang Nomor 44 tahun 2008b tentang pornografi. Juga pasal 2 ayat 1 Undang-undang Nomor 21 tahun 2007 tentang trafficking, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun kurungan penjara.

(g/10)

Berikan Komentar