Poldasu Sita 2,8 Kg Sabu dan 8.600 Butir Ekstasi

oleh -390 views
Barang bukti sabu dan ekstasi yang disita petugas Poldasu dari empat tersangka sindikat pengedar.

garudaonline – Medan | Subdit II Direktorat Reserse Narkoba (Ditres Narkoba) Polda Sumut meringkus empat kurir narkotika dari dua lokasi berbeda dengan menyita barang bukti berupa 2,8 kg sabu dan 8.600 butir pil ekstasi.

Penangkapan pertama, petugas Unit 1 Subdit II mengamankan seorang pria atas nama Ansari Syah, warga Asam Kumbang, Kecamatan Medan Sunggal, awal Maret. Dari tangannya, disita 1 ons sabu dan 8.600 butir pil ekstasi.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Edi Iswanto melalui Kasubdit II, AKBP Hilman Wijaya mengatakan, penangkapan dilakukan berdasarkan informasi masyarakat yang diterima pihaknya.

“Setelah melakukan penyelidikan terhadap informasi adanya penjual sabu, anggota mengikuti orang yang dicurigai di Jalan Perjuangan,” terang Hilman, Selasa (14/3/2017).

Dijelaskan Hilman, 1 ons sabu dan 8.600 butir ekstasi tersebut ditemukan petugas dari bawah jok sepeda motor tersangka. “Saat ini tersangka dan barang bukti masih diperiksa guna proses pengembangan,” tukasnya.

Di tempat terpisah, Unit 4 Subdit II melakukan penangkapan terhadap 3 pria dari sebuah kos-kosan VIP di kawasan Ringroad/Gagak Hitam, Medan, Senin (13/3/2017) sore.

Mereka adalah, Mursalin (32) warga Jalan Banda Aceh Medan, Blangbladeh, Biereun Aceh, Mawardi Nurdin (32), warga Jalan Banda Aceh-Medan, Sigli, Pidie dan M Rizal (31) warga Blangreum Juempa Biereun Aceh. Dari tangan ketiganya, petugas menyita barang bukti 2,8 kg sabu.

“Setelah melakukan penyelidikan terhadap informasi adanya peredaran gelap narkoba jenis sabu, kami melakukan pengeledahan di kost VIP di Jalan Ringroad dan ditemukan 8 ons sabu milik Mereka,” sebut Hilman.

Kata Hilman, kemudian petugas melakukan pemeriksaan terhadap dua tersangka lain dan melakukan penggeledahan di rumah sepupu Muwardi di Jalan Budi Luhur No 204 A Helvetia, serta mengamankan 2 kg sabu di dalam motor.

“Dari hasil pengakuan tersangka, barang bukti berasal dari Aceh yang didapat dari seseorang berinisial E (DPO). Tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 2 subs 112 ayat 2 jo 132 UU Nomor,” tukas Hilman.

(g/10)

Berikan Komentar