Polisi Tangkap Pembegal yang Tewaskan Ibu Rumah Tangga di Sunggal

oleh -360 views
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto didampingi Kapolsek Sunggal Kompol Daniel Marunduri dan Kanit Reskrim Iptu Nur Istiono menyaksikan kedua tersangka memperagakan aksi perampokannya

garudaonline, Medan | Personel Reskrim Polsek Sunggal, Polrestabes Medan berhasil menangkap dua pembegal sadis yang menewaskan korbannya seorang ibu rumah tangga di Jalan Ring Road, Kecamatan Medan Sunggal, Senin (24/10/2016) lalu.

Dari penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat BK 3469 ADS, satu jaket kain warna hitam dan helm merek Honda warna hitam.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto didampingi Kapolsek Sunggal Kompol Daniel Marunduri menjelaskan, dua anggota kawanan begal sadis tersebut merupakan mantan residivis dalam kasus perampokan.

Mereka adalah, Bambang Kamsari alias Bembeng (37) warga Jalan Perluasan Timur Desa Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun dan Surya Andalas alias Acun (23) warga Jalan Bakti Luhur, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia.

“Dalam menjalankan aksinya kedua tersangka memiliki peran masing-masing. Tersangka Bembeng joki, sedangkan Acun dibonceng. Mereka mengitari kawasan Jalan Ring Road untuk mencari mangsa.

Sesampainya di depan City Walk, mereka melihat korban, Dewi Sartika Banjarnahor (38) warga Jalan Mega Gang Guntur, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal naik becak bermotor bersama adiknya.

Saat itu korban duduk di sebelah pinggir kiri, sedangkan adiknya Agustini Banjarnahor duduk di sebelah korban. Saat betor yang ditumpangi korban sampai di depan Toko Extreem, kedua tersangka langsung memepet becak korban,” kata Mardiaz.

Setelah mendekat, sambung Mardiaz, tersangka Acun langsung merampas tas korban. Pada saat itu tas tersebut dipegang kuat oleh korban, sehingga korban terjatuh dari atas becak lalu meninggal dunia dengan luka di bagian kepala bagian belakang.

“Terhadap kedua tersangka masih kita lakukan pemeriksaan. Mereka kami persangkakan dengan Pasal 365 ayat (2) ke 5-e dan ayat (3) Jo 53 KUHPidana. Terkait kasus ini, kami mengimbau masyarakat yang menggunakan jasa angkutan becak motor ataupun yang lainnya agar meletakkan tas yang dibawanya di tempat yang aman,” umbuh Mardiaz. (g/01)

Berikan Komentar