Polres Asahan Ungkap Sindikat Pencuri Truk Gunakan Obat Tidur

oleh -100 views
Kasatreskrim Polres Asahan, AKP Bayu Putra Samara SIK (kanan) menginterogasi tersangka kasus pencurian mobil truk gunakan obat tidur

garudaonline, Asahan | Personel Reskrim Polres Asahan dibawah pimpinan Kasatreskrimnya AKP Bayu Putra Samara SIK berhasil mengungkap sindikat pencuri mobil truk menggunakan obat tidur.

Dari pengungkapan itu, polisi menangkap seorang dari dua pelaku sekaligus menyita barang buktinya berupa obat tidur yang dipakai untuk ‘membius’ korban dan kunci truk. Sementaranya, truknya belum ditemukan.

Kasatreskrim Polres Asahan, AKP Bayu Putra Samara SIK menjelaskan, tersangka  Jamaluddin Irawan alias Ayah (65) ini ditangkap di rumahnya di Kelurahan Bandar, Kecamatan Perdagangan, Kabupaten Simalungun.

“Modus tersangka pura-pura menyewa truk milik korbannya Rudi alias Acong (37) warga Bagan Batu, Rohil, Riau. Ia merental dengan alasan untuk mengangkat bibit sawit dari Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara,” ungkap Bayu, Rabu (26/10/2016).

Dalam menjalankan aksinya, tersangka bersama bersama rekannya S alias Lili (DPO). Setelah terjadi kesepakatan harga sewa, pemilik truk menugaskan anggotanya, Syahrul Hasibuan untuk menyetir truk tersebut.

Setelah itu, tersangka dan sopir tersebut pergi menuju ke Kisaran. Setibanya di Kisaran tersangka pun langsung beraksi.

“Tersangka singgah di sebuah warung tepatnya di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sentang. Selanjutnya tersangka dan sopir memesan minuman berupa kopi luwak. Saat sopir buang air kecil ke kamar mandi di belakang warung, tersangka menuangkan obat lelap yang sudah diracik ke dalam kopi luwak. Kopi tersebut pun diminum oleh sopir truk. Tak lama kemudian, sopir tersebut tertidur,” jelas Bayu.

Tak lama kemudian, lanjutnya tersangka S alias Lili datang ke warung dan membawa kabur truk tersebut setelah mengambil kunci dari kantong celana sopir truk yang telah tertidur pulas.

“Dari pengakuannya, obat tidur dibeli dari salah satu toko obat di Jalan SM Raja, Medan. Mereka merencanakan aksinya di rumah tersangka Jamaluddin,” kata Bayu.

Atas perbuatannya, tersangka melanggar Pasal 363 ayat (1) ke-4e dengan  ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

“Saya mengimbau kepada masyarakat agar lebih hati-hati dengan orang yang tak dikenal, jangan mudah percaya. Karena para pelaku kejahatan memiliki banyak cara,” imbuh mantan Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan ini. (g/01)

Berikan Komentar