Polres Sergai Gerebek Prostitusi Berkedok Pijat Refleksi

oleh -592 views
Kapolres Sergai, AKBP Eko Suprihanto menginterogasi para pekerja terapis yang diamankan dari tempat prostitusi berkedok pijat refleksi di pinggir jalinsum, tepatnya di Dusun I Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban.

 

Inilah lokasi prostitusi berkedok pijat refleksi yang digerebek Polres Sergai
Inilah lokasi prostitusi berkedok pijat refleksi yang digerebek Polres Sergai

garudaonline, Sergai | Kepolisian Resor Serdang Bedagai (Polres Sergai), Sumatera Utara menggerebek rumah yang difungsikan sebagai tempat prostitusi berkedok pijat refleksi di pinggir jalinsum, tepatnya di Dusun I Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban.

Dari penyergapan itu, polisi mengamankan seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) Pemkot Tebingtinggi berinisial IS dan tujuh orang lainnya, 2 di antaranya pasangan suami istri (pasutri) AW (43) dan Y alias C (29), pemilik panti pijat bernama ‘Yeni Relaksasi’ itu.

Sementara 5 orang lainnya terdiri dari pekerja terapis dan pengungjung. Mereka adalah, NS (24), H (31) dan KI (30), pekerja terapis dan SS (27), IS (37), pengunju ng.

Informasi diperoleh, IS yang merupakan PNS Pemkot Tebingtinggi diamankan saat menikmati layanan seks dengan salah satu pekerja terapis. Dari mereka, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 kotak kondom dan 6 buah kondom bekas dipakai, tisu, uang tunai sebanyak Rp600 ribu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, layanan pijat yang diberikan bervariasi, yakni Rp 80 ribu (1 jam), Rp115 ribu (2 jam), Rp150 ribu (2 jam), Rp186 ribu (2,5 jam) dan layanan plus plus seharga Rp300 ribu (full service dengan berhubungan seks).

Sementara itu, menurut keterangan Y alias C kepada penyidik, panti pijat miliknya sudah beroperasi selama 7 bulan dan mengaku tidak menyediakan layanan plus-plus (berhubungan badan layaknya suami istri) namun layanan plus plus merupakan inisiatif para terapis.

Sedangkan AW yang sebelumnya bekerja di salah satu perusahaan otomotif kemudian berhenti dan membuka panti pijat dikarenakan kebutuhan akan pijat relaksasi belum ada di jalinsum sehingga mencoba membuka usaha tersebut dan sudah berjalan 7 bulan.

Kapolres Sergai, AKBP Eko Suprihanto, Sabtu (12/11/2016) mengatakan para pelaku yaitu S alias C dan AW sebagai pemilik tempat usaha panti pijat akan dikenakan Pasal 296 KUHP yakni perbuatan mengadakan, atau memudahkan perbuatan cabul, dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan. Sedangkan terhadap para terapis dan pengguna (tamu) hanya dikenakan sebagai saksi dalam kasus ini.

“Nanti akan kita coba jerat dengan Perda Kabupaten Sergai untuk para terapis dan tamunya, karena dalam KUHP hanya mengatur tentang penyedia tempat atau yang mengadakan perbuatan cabul,” jelas Kapolres. (Fidel)

Berikan Komentar