Rajamin Sirait Apresiasi Kinerja Polda Sumut Ungkap Kasus Pembunuhan Sekeluarga

oleh -538 views
Ketua DPW Partai Berkarya Sumut Rajamin Sirait SE

garudaonline – Medan | Ketua DPW Partai Berkarya Sumut Rajamin Sirait SE mengapresiasi kinerja personel Subdit III/Umum Polda Sumut yang berhasil mengungkap kasus pembunuhan sekeluarga di Jalan Mangaan Gang Benteng Lingkungan 11, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli.

“Saya mengapresiasi kerja personel Subdit III/Umum Direktorat Reskrimum Polda Sumut. Mereka bekerja cepat sehingga kejahatan luar biasa ini cepat terungkap dan seluruh pelakunya ditangkap. Sekali lagi ini perlu kita apresiasi,” kata Rajamin usai memimpin rapat konsolidasi partai di Kantor DPW Partai Berkarya Sumut di Medan Baru, Senin (17/4/2017).

Rajamin juga mendukung langkah Penyidik Subdit III/Umum Direktorat Reskrimum Polda Sumut yang menjerat para tersangka dengan pasal berlapis (Pasal 340 Subs 338 dan atau Pasal 365 ayat 4 KUHPiadana) agar para tersangka mendapat hukuman maksimal atas perbuatan biadab mereka.

Menurut Rajamin, pelaku pembunuhan terhadap lima anggota keluarga terdiri dari pasangan suami istri, dua orang anak dan seorang ibu tersebut merupakan perbuatan biadab. Pelaku melakukan pembunuhan yang sangat keji dan layak dihukum berat, bila perlu harus dihukum mati.

Dalam kasus ini, Polda Sumut telah menangkap empat orang tersangka. Mereka adalah, Andi Lala, 34, Roni Anggara, 20, Andi Syahputra alias Andi Keleng, 19, ketiganya warga Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang dan Riki Prima Kusuma, 23, warga Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Keempat tersangka ini memiliki peran masing-masing. Tersangka Anda Lala merupakan otak pelaku sekaligus eksekutor kelima korban. Dia juga yang mengambil barang-barang milik korban seperti uang sebanyak Rp850 ribu, handphone, sepeda motor, laptop dan peralatan sekolah anak korban.

Sementara itu tersangka Roni mengamati situasi rumah korban saat Andi Lala melakukan pembunuhan dan orang yang membawa sepeda motor korban. Tersangka Andi Keleng selain mengamati situasi rumah korban saat Andi Lala melakukan pembunuhan, juga membuang alat isap sabu yang digunakan Andi Lala di rumah korban.

Dia juga yang menyimpan sepeda motor Honda Vario warna putih milik korban di rumahnya selama dua hari sebelum diserahkan kepada Andi Lala. Sedangkan tersangka Riki berperan sebagai penadah atau penerima gadai sepeda motor Honda Vario warna putih milik korban seharga Rp 1.800.000 dari Andi Lala.

(iwan)

Berikan Komentar