Satgas 2 NIC Polri Ungkap Sindikat Narkoba Jaringan Internasional, 4 Tersangka Ditangkap 1 Ditembak Mati

oleh -526 views
Direktur IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Drs Eko Daniyanto (2 dari kiri) didampingi Direktur Narkoba Polda Sumut (kiri), Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting (2 dari kanan) dan Karumkit Bhayangkara TK II Medan (kanan) memberikan keterangan terkait pengungkapan jaringan narkotika internasional jalur Malaysia - Indonesia via kapal laut.

garudaonline – Medan | Satgas 2 NIC (Narcotic Information Centre) Direktorat IV/Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali berhasil mengungkap sindikat pengedar narkotika dan obat/bahan berbahaya (narkoba) jaringan internasional (Malaysia-Aceh-Medan). Dari pengungkapan itu, polisi menangkap empat orang tersangka.

Direktur IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Drs Eko Daniyanto mengatakan, penangkapan terhadap keempat anggota sindikat narkoba jaringan internasional tersebut merupakan hasil pengembangan dari penangkapan sindikat Mursal alias Aldo Saputra alias Evar Cs.

Sindikat Evar Cs sebelumnya ditangkap di depan halaman parkiran motor BSM (Binjai Super Mal), Jalan Soekarno-Hatta, Timbang Langkat, Binjai, Kota Binjai, Sumut, Senin (16/1/2017) sekira pukul 10.00 WIB lalu. Dari mereka disita barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat 6 kilogram dan pil ekstasi sebanyak 3000 butir.

“Setelah mengamankan sindikat Evar, kami melakukan pengembangan. Hasilnya satu tersangka atas nama Amsari alias Sari (33) warga Dusun Cahaya Butsi, Kelurahan Cinta Raja, Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang berhasil ditangkap di depan Gereja GBKP Bena Meriah, Jalan Flamboyan Raya, Tanjung Selamat, Medan, Sumut, Jumat (3/3/2017) sekira pukul 16.30 WIB.

Darinya disita barang bukti narkotika seberat 10 kilogram terdiri dari 7 bungkus sabu-sabu dan 3 bungkus pil ekstasi. Peran tersangka Sari ini sebagai penjemput narkotika dari jaringan Malaysia di Sungai Iyu, Aceh Tamiang. Setelah narkotika diterima, tersangka Sari lantas menyimpan dengan cara mengubur narkotika tersebut sebelum diantar ke penerimanya di Medan, Sumut,” terang Brigjen Eko.

Selanjutnya, sambung Eko, pihaknya kembali melakukan pengemban dan berhasil menangkap seorang lagi tersangka atas nama Edi Saputra alias Alfarissi alias Datok alias Iyong (39) warga Dusun Permai Desa Cinta Raja, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Iyong yang berperan sebagai pengendali ini ditangkap di Kampung Nanas, Jalan Gotong Royong No 8 Pasar Gambir, Kota Tebingtinggi, Sumut, Jumat (3/3/2017) sekira pukul 22.30 WIB.

“Penangkapan selanjutnya kita lakukan kepada tersangka Zainuddin (46) warga  Dusun Margo Utomo, Desa Cinta Raja, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang. Peran tersangka ini sama dengan tersangka Sari yakni penjemput narkotika dari jaringan Malaysia di Sungai Iyu, Aceh Tamiang lalu menyimpan narkotika tersebut dengan cara mengubur sebelum diantar ke penerimanya di Medan, Sumut,” papar Eko.

Zainuddin ditangkap di Dusun Margo Utomo, Desa Cinta Raja, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang pada Sabtu (4/3/2017) sekira pukul 14.15 WIB. Darinya disita barang bukti narkotika seberat 31 kilogram terdiri dari 27 bungkus sabu-sabu dan 4 bungkus pil ekstasi.

Setelah mengamankan ketiga orang tersangka tersebut, Satgas 2 NIC Direktorat IV/Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali melakukan pengembangan. Hasilnya, diperoleh nama seorang lagi tersangka Abdulrahman alias Naga (50)  Dusun Butsi, Kampung Masjid Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang.

Polisi lantas mencari tersangka dan setengah jam kemudian, tepatnya pukul 14.45 WIB, Sabtu (4/3/2017), polisi berhasil menemukan tersangka di Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang.

Tanpa banyak membuang waktu, polisi langsung menangkap tersangka Naga.

Keesokan harinya, Minggu (5/3/2017) sekira pukul 21.08 WIB, tersangka Naga yang berperan sebagai koordinator penjemputan narkotika dari kapal dan koordinator kurir yang mengantar ke konsumen di Medan ini lalu dibawa pengembangan.

Tersangka diminta oleh polisi untuk menunjukkan gudang penyimpanan narkotika lainnya di Jalan Banda Aceh-Medan Kab Binjai Km12,5. Sesampainya di lokasi, tersangka Naga melawan petugas dan berusaha melarikan diri sehingga dilakukan tindakan tegas. Dia ditembak hingga tewas.

“Selain koordinator penjemputan narkotika dari kapal dan koordinator kurir yang mengantar ke konsumen di Medan ini lalu dibawa pengembangan, tersangka ini juga merupakan DPO terkait pengungkapan sindikat Mursal alias Aldo Saputra alias Evar yang ditangkap pada Senin (16/1/2017) sekira pukul 10.00 WIB di depan halaman parkiran motor BSM (Binjai Super Mal), Jalan Soekarno-Hatta, Timbang Langkat, Binjai, Kota Binjai.

Saat itu, tersangka Naga berhasil melarikan diri setelah menabrak mobil petugas sesaat setelah menyerahkan 5 kilogram sabu-sabu kepada tersangka Sayuti Noor (tertangkap) dan Basyir Deviansyah (tertangkap),” terang Brigjen Eko.

Jadi modus sindikat peredaran narkoba  jenis sabu-sabu dan ekstasi jaringan Internasional ini, menerima nakotika dari Malaysia di Perairan Sungai Iyu dekat perkebunan sawit daerah Cintaraja, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang.
Setelah itu narkotika ditanam di dalam tanah di tempat pembuatan arang tidak jauh dari Sungai Iyu. Setelah itu, narkotika diantar ke penerimanya di Medan, Sumut,” papar Brigjen Eko.

(g/01)

Berikan Komentar