Sejumlah Personel Polri Diperiksa Terkait Dugaan Kasus Pemerasan

oleh -161 views
Kapolda Sumut, Irjen Pol Dr H Rycko Amelza Dahniel Msi usai mengikuti apel Kebangsaan dan Kontijensi di Lapangan Benteng Medan, Kamis (27/10/2016) pagi tadi.

garudaonline, Medan | Sejumlah personel Polri di Polda Sumut terdiri dari empat Perwira dan seorang Bintara diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut terkait dugaan kasus pemerasan.

Mereka adalah, Kasatreskrim Polresta Padang Sidimpuan, AKP DS, tiga anggotanya, Iptu JH, Ipda YH serta penyidik Bintara IS dan Kapolsek Medang Deras, Polres Batubara, AKP JH.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Ryco Amelza Dahniel usai melaksanakan apel
Kebangsaan dan Kesiapan Kontijensi Wilayah Sumut di Lapangan Benteng Medan mengakui, Pama setingkat AKP itu masih diperiksa intensif di Propam Polda Sumut.

“Benar, tim ada melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan kini yang bersangkutan sedang diperiksa di Polda Sumut,” kata jenderal bintang dua tersebut.

Menurut Kapolda, pemeriksaan itu menyangkut indikasi adanya upaya pemerasan atau pungutan liar yang dilakukannya (AKP JH) terhadap salah satu pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pagurawan, Kelurahan Pangkalan Dodek, Kecamatan Medang Deras, Batubara.

“Kita periksa dulu, baru kemudian kita mengetahui apa sebenarnya yang terjadi,” imbuhnya.

Sedangkan Kasatreskrim Polres Padang Sidimpuan, AKP DS dan tiga anggotanya IptuJH, Ipda YH dan penyidik Bintara berinisial IS, juga masih diperiksa Propam Poldasu.

“Sekarang keempat orang itu ada di Polda untuk mempermudah proses penyelidikan. Semuanya ada di lingkungan Propam untuk proses penyelidikan,” terangnya.

Mantan Kepala Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) yang kini berubah menjadi Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) ini menyebut, dugaan pemerasan yang dilakukan keempat personel Polres Padangsidimpuan itu harus dibuktikan.

AKP JH, yang saat ini masih menjabat sebagai Kapolsek Medang Deras, Polres Batubara ditangkap tim Propam Polda Sumut di kantornya karena diduga melakukan pemerasan terhadap pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU Pagurawan, Kelurahan Pangkalan Dodek, Kecamatan Medang Deras, Batubara, Senin (24/10). Dari penangkapan itu Propam menyita barang bukti senilai Rp 500 ribu.

Sementara, Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Muhammad Helmi Lubis mengatakan, meskipun kasatreskrimnya kini tengah menjalani pemeriksaan di Propam Polda Sumut, namun pelayanan keorganisasian di jajaran Reskrim tidak terganggu. Pekerjaan kasatreskrim langsung diambilalih oleh kapolres.

“Tidak ada masalah, apakah kasatnya berhalangan atau tidak, sedang ditahan Propam atau tidak. Justru saya yang menghadapkannya (AKP DS) langsung kepada penyidik Propam, kemarin untuk mempermudah proses penyelidikan atas permintaan tim Propam,” katanya.

Namun, dia mengaku tidak mengetahui hasil pemeriksaan Propam terhadap anggotanya tersebut.

Sedangkan Kapolres Padangsidimpuan, Kapolres Batubara, AKBP Bonaparte Silalahi yang mengalami kasus yang sama justru tidak memberikan respon apapun ketika anggotanya ditangkap oleh tim Propam Polda Sumut yang melakukan OTT. Berkali-kali dihubungi ke telephone selulernya tidak direspon.

Sebelumnya, mantan personel group musik Ada Band Eel Ritonga, mengaku diperas seorang oknum Polisi berinisial AKP DS senilai Rp1 miliar. AKP DS saat ini bertugas di Polres Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara.

Selain AKP DS, tiga anggotanya berinisial Iptu JH, Ipda YH serta seorang Bintara berinisial IS, juga diduga terlibat dalam kasus itu. (g/10)

Berikan Komentar