Sertijab Eselon III dan IV RS Adam Malik Diwarnai Aksi Protes

oleh -274 views

garudaonline, Medan | Ada yang berbeda dalam serah terima jabatan (sertijab) pejabat eselon III dan IV RSUP H Adam Malik Medan, Rabu (3/11/2016). Mantan Kasubag Humas di rumah sakit milik Kemenkes ini, Sairi M Saragih, menolak posisi jabatannya yang baru sebagai kepala admission.

Sairi sempat menolak ketika akan diberikan Surat Keputusan (SK) oleh Direktur Utama (Dirut) RSUP Adam Malik, Bambang Prabowo dalam sertijab di Aula RSUP Adam Malik itu. Hingga tiga kali, namanya dipanggil oleh protokol, namun ia menolak untuk maju.

Sairi mengaku tidak bisa menerima posisi jabatan sebagai kepala admission. Karena dia ingin ditempatkan di Instalasi gizi. Sebab, berdasarkan pendidikan, golongan, dan kinerjanya selama di RS Adam Malik, kata Sairi posisi itu seharusnya dapat dipertimbangkan oleh direksi.

“Saya tanyakan UU berapa saya tidak bisa di Instalasi gizi, tapi tak ada yang bisa menjawab. Saya harap direksi bisa bijaksana dan arif, jangan berdasarkan selera subjektifnya saja,” ungkapnya.

Menurut Sairi, dirinya menjadi korban ketidak adilan dalam penempatan posisi jabatan yang dilakukan oleh Direksi RSUP Adam Malik Medan. Padahal berdasarkan kriteria, dirinya sudah sangat tepat untuk menempati posisi tersebut.

“Begitu saya menyelesaikan S2, saya dikeluarkan dari instalasi gizi sebelum saya diberi kesempatan menerapkan ilmu saya. Kedepan hal ini akan saya tanyakan kepada ibu Menkes dan Pak Jokowi,” kesalnya.

Direktur Utama RSUP H Adam Malik, Bambang Prabowo ketika dikonfirmasi menolak untuk memberikan jawaban. “Tidak tidak,” sebutnya saat berjalan keluar dari Aula usai sertijab dilangsungkan.

Direktur SDM dan Pendidikan, Dr Purnamawati MARS mengatakan, penempatan Sairi sebagai Kepala Admission dikarenakan RSUP Adam Malik membutuhkannya. Karena, di instalasi tersebut kinerjanya berupa screening, kasir, dan juga kemasyarakatan yang dinilai tidak jauh berbeda dengan kinerja Sairi disaat mengisi posisi kehumasan.

“Yang kita angkat di instalasi gizi kan S2 juga. Hal ini berdasarkan hasil kesepakatan dalam rapat direksi, lalu kita usulkan ke Dirut, dan Dirut setuju,” ujarnya. (Fidel)

Berikan Komentar