Sidang Kasus Sabu 21,425 Kg, Saksi Sebut Kaki Tangan Toge Dikenal Tertutup

oleh -351 views
Togiman alias Tony alias Toge (2 dari kiri), narapidana yang mengatur peredaran narkotika dari Lapas Klas IIB Lubuk Pakam, Deliserdang, saat mengikuti persidangan di PN Medan.

garudaonline, Medan | Dua kaki tangan Togiman alias Tony alias Toge, narapidana yang mengatur peredaran narkotika jenis sabu seberat 21,425 kg dan pill ekstasi sebanyak 44.849 butir dari Lapas Klas IIB Lubuk Pakam, Deliserdang, Mirawaty alias Achin (33) dan suaminya, Hendy (31) dikenal tertutup di Kompleks Perumahan Resident.

Hal itu terungkap dalam keterangan Zulpijar selaku Satpam Kompleks Perumahan Resident saat bersaksi untuk terdakwa Toge, Achin, Hendy dan Agus Salim alias Mr Lim alias Alim di Ruang Cakra V Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (28/10).

Dalam keterangannya, Zulpijar menjelaskan pada tanggal 1 April 2016, petugas BNN datang ke komplek tersebut untuk menggeledah rumah terdakwa Achin dan Hendy.

“Petugas BNN datang ke komplek dengan menunjukan identitas dan mengatakan ada target yang diintai di rumah Nomor 18 Blok A. Saya sebelumnya tidak tahu kalau terdakwa menjadi target petugas BNN.

Karena selama ini terdakwa ini tertutup, walaupun sering orang datang ke rumahnya, tapi saya tidak tahu apa keperluannya karena terdakwa tertutup,” jelasnya dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Erintuah Damanik.

Menurut saksi, pada waktu penggerebekan itu, petugas BNN tidak menemukan kedua terdakwa yang sedang tidak berada dirumahnya. Namun, banyak sabu yang ditemukan BNN.

“Saya diperlihatkan BNN, hasil dari penggerebekan dari rumah terdakwa yakni ada bungkus merah isinya sabu-sabu seberat 3 kg yang berbentuk serbuk, pil ekstasi serta ada dalam peti yang berisikan sabu,” urai saksi.

Zulpijar melanjutkan, ia pernah melihat terdakwa Achin yang sedang mengendarai tertembak dan kaca mobilnya bolong. Kemudian, dirinya melihat Achin dibawa petugas BNN ke rumah terdakwa dan dihadiri oleh RT setempat.

“Saya pernah lihat kaca mobil terdakwa bolong. Saya sebelumnya juga tidak tahu apa pekerjaannya karena terdakwa orangnya tertutup,” lanjutnya.

Usai mendengarkan keteranngan saksi, majelis hakim kemudian menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi lain. (Endang)

Berikan Komentar