Tax Amnesty Harus Dapat Kendalikan Ketaatan Pajak

oleh -176 views

garudaonline – Medan | Tax Amnesty tidak akan efektif jika tidak ada sistem perpajakan yang mampu mengendalikan ketaatan pajak. Karena itu Tax Amnesty bisa efektif apabila dibarengi dengan keikutsertaan dari lembaga struktural.

“Kalau ini tidak kita amati dengan baik, maka akan terjadi pengemplangan pajak,” kata Guru Besar Hukum Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) Profesor Bismar Nasution, Minggu (4/12/2016).

Sebagai kebijakan, Tax Amnesty bukanlah barang baru, sehingga harus bisa diharmonisasikan dengan Undang-Undang yang berlaku. Karena kebijakan tersebut kata Bismar sebelumnya juga telah dilakukan oleh negera lain seperti di India.

“Di Indonesia sudah yang keempat kalinya, dan sudah dimulai sejak tahun 1964 di masa Soekarno untuk dana revolusi. Tapi hal itu gagal karena terjadinya peristiwa G30S,” jelasnya.

Menurut Bismar, perlu ada rekomendasi basis data yang kuat di dalam Tax Amnesty agar tidak ada lagi ditemukan kasus serupa yang mirip dengan Panama Papers. Terlepas dari itu semua, efektivitas keberlangsungan Tax Amnesty menurutnya akan meningkatkan kualitas seperti infrastruktur.

“Tax Amnesty juga jangan sampai dimanfaatkan untuk menyuburkan tindak pidana korupsi. Karena mengharapkan pengampunan,” ucapnya.

(Fidel)

Berikan Komentar