Terduga Bandar Narkoba Tewas Tertembak di Sunggal

oleh -120 views

garudaonline, Medan | Seorang dari tiga terduga bandar narkoba tewas tertembak saat personel Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat melakukan penangkapan di Kawasan Jalan TB Simatupang/Pinang Baris Medan Sunggal tepatnya di depan Kompleks The Imperium, Selasa (18/10) malam.

Menurut data yang diperoleh dari lokasi, tiga terduga bandar narkoba itu sedang mengendarai mobil Toyota Rush hitam BK 1804 PK dari arah Binjai menuju Jalan TB Simatupang.

Diduga mereka telah diintai personel BNN lantaran membawa seratusan narkoba jenis sabu-satu dan ribuan butir pil ekstasi. Saat di lokasi kejadian, petugas melakukan penghentian laju kendaraan ketiga pelaku itu. Menyadari kalau telah dihentikan petugas, para pelaku kemudian mencoba melakukan perlawanan dan melarikan diri.

Melihat sasarannya mencoba melarikan diri dan melawan, petugas mencoba melakukan memberi tembakan peringatan. Namun, tembakan peringatan itu tidak diimbau para pelaku.

Di situlah, seorang terduga bandar narkoba bernama Zum, warga Aceh Tamiang kena tembak di bagian dada hingga tewas di tempat. Sedangkan dua pria lagi yang juga warga Aceh Tamiang berhasil diamankan.

Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan dari kendaraan yang ditumpangi oleh tiga pria itu. Petugas pun menemukan tiga tas koper berisi sabu-sabu dan ribuan butir pil ekstasi. Kemudian jenazah pria bernama Zum itu dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan.

Aksi penangkapan hingga menewaskan seorang pria itu pun langsung dipadati oleh sejumlah warga di sekitar.

“Tadi sempat kejar-kejaran mobil pelaku dan petugas,” ungkap warga Hutabarat di lokasi.

Lanjut pria yang berambut panjang itu bicara, pelaku dari mobil rush itu sebanyak tiga orang. “Satu tewas pakai kemeja warna putih, dua orang lagi dapapt,” akunya.

Hutabarat sendiri mengatakan, petugas menemukan sejumlah narkoba dari mobil pelaku.

“Banyak tadi sabu-sabunya bang. Kabarnya BNN Pusat yang nangkap,” tambah dia.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak BNN Pusat. Pasalnya, saat di lokasi tidak seorang pun petugas yang mau berkomentar.

Sementara Kapolsek Medan Sunggal Daniel Marunduri ketika dikonfirmasi mengatakan kalau pihaknya hanya melakukan pengamanan di lokasi saja.

“Berhubungan itu wilayah hukum kita, jadi kita mengamankan lokasi saja. Tanya sama BNN saja,” kata dia. (g/01)

Berikan Komentar