Tiga Anggota Sindikat Pencuri Mobil Terkapar Ditembak Polisi

oleh -314 views
Kapolsek Delitua, Kompol Wira Prayatna SH SIK MH (kanan) didampingi Kanit Reskrimnya Iptu Ryan Hidayat (2 dari kiri) merilis tiga tersangka pencuri mobil yang diberikan tindakan tegas terukur.

garudaonline – Medan | Tiga dari enam anggota sindikat pencuri mobil antarprovinsi terkapar ditembak personel Reskrim Polsek Delitua, Selasa (21/3/2017) sore.

Mereka adalah, Arkadias alias Eru (36), Deni (38) warga Jalan dr. Wahidin Perumahan Regenci Blok B, Kecamatan Binjai Timur dan Roni (28) warga Jalan Pasar II, Kelurahan Danau Tempe, Kecamatan Binjai Utara.

“Ketiga tersangka kita berikan tindakan tegas terukur lantaran melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri saat akan ditangkap,” ujar Kapolsek Delitua, Kompol Wira Prayatna SH SIK MH, Selasa (21/3/2017).

Lebih lanjut mantan Kasatreskrim Polres Mandailing Natal (Madina) ini menjelaskan, ketiga tersangka ditangkap setelah mencuri mobil cary pick-up BK 8183 EG milik CV Postcitu Oranization bersama tiga orang temannya, S, P dan B (DPO).

“Aksi pencurian mobil para tersangka ini dilakukan di kawasan Jalan Sembada, Kecamatan Medan Selayang¬† pada Senin (20/3/2017) sekira pukul 05.00 WIB. Modusnya dengan cara hunting. Sebelumnya beraksi, B dan P mengendarai mobil Avanza warna putih menjemput tersangka Eru dan Deni.

Kemudian keempat pelaku menjemput S dan Roni. Selanjutnua mereka menuju ke Jalan Sembada dan pelaku melihat mobil cary warna putih terparkir di pinggir jalan kemudian pelaku berhenti di depan mobil korban berjarak sekira 50 meter.

“Mobil tersebut milik perusahaan CV Postcitu Organization dengan pemiliknya Ilham Suheri Situmorang,¬†31, warga Jalan Karya Sembada, Kelurahan Padang Bulan Selayang II, Kecamatan Medan Selayang,” jelas Wira.

Selanjutnya pelaku S, P dan B turun dari mobil Avanza dan mengambil mobil tersebut dengan cara menghidupkan mobil dengan cara membuka kunci stang mobil dengan menggunakan kunci T Dan menghidupkan mobil dengan cara memotong wayar kemudian menyambungkan wayar dari kunci kontak lalu menghidupkan mobil. “Sedangkan tiga orang lainnya tetap berada di dalam mobil Avanza,” jelasnya.

Setelah berhasil mengambil mobil, para pelaku pergi kearah Delitua. Saat tiba di simpang Titi Kuning para pelaku bertukar kenderaan.

“Pelaku S, B dan P mengenderai mobil Avanza. Sedangkan Deni, Eru dan Roni mengenderai mobil pick up carry dan dua mobil tersebut menuju ke arah Delitua,” jelas Wira.

Salah satu pegawai dari pemilik mobil Iqbal kemudian menghubungi anggota Polsek Delitua dan menjelaskan kejadian tersebut.

“Mendapat info tersebut, anggota Polsek Delitua melakukan pengejaran dan menghadang pelaku di jalan yang akan dilalui para pelaku,” jelasnya.

Petugas lanjutnya, begitu melihat para pelaku langsung melakukan penghadangan dan saat akan ditangkap ketiga pelaku mencoba melawan dan melarikam diri sehingga diberi tembakan peringatan dan terpaksa ditembak kakinya.

Selanjutnya ketiga tersangka yang ditembak dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapat perawatan. Kemudian ketga tersangka diboyong ke Polsek Delitua.

Dari tersangka disita barang bukti mobil suzuki cary BK 8183 EG warna hitam, pakaian para pelaku, 3 dompet dan 2 handphone. “Tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP ayat 2 dengan ancaman hukuman 9 tahun,” jelas Kompol Wira.

Pengakuan tersangka sudah 6 kali melakukan kejahatan curanmor dengan TKP di Simpang Selayang berhasil membawa mobil L.300. Kejadiab 4 Februari 2012.

Kemudian di pajak Delitua 5 Juni 2014 mencuri mobil L.300. Di Pancurbatu tahun 2014 mencuri mobil Suzuki cary, di Kampung Lalang Januari 2017 mencuri mobil cary, di Tanjung Mulia Februari 2017 mencuri mobil L.300 dan di Binjai tahun 2013 mencuri mobil colt diesel.

“Pengakuan tersangka mobil curian dijual di Aceh dan uang hasl kejahatan dibagi sesama pelaku,” jelas Wira.

(g/01)

Berikan Komentar