Tiga Pengurus Koperasi TKBM Terkena OTT

oleh -292 views
Kapoldasu, Irjen Pol DR Rycko Amelza Dahniel Msi didampingi, Wakasatgas Brigjen Pol Heri Nahak, Direktur Reskrimsus, Kombes Pol Toga H Panjaitan dan Kabid Humas Kombes Pol Rina Sari Ginting memaparkan pengungkapan OTT, Senin (31/10).

garudaonline, Medan | Tiga pengurus koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Belawan Upaya Karya terkena operasi tangkap tangan (OTT) tim gabungan satuan tugas khusus (Satgasus) Mabes Polri dan Polda Sumut.

Dari tangan para tersangka disita barang bukti uang tunai diduga hasil pungli dan pemerasan sebanyak Rp300 juta.‬

Kapoldasu, Irjen Pol DR Rycko Amelza Dahniel Msi didampingi Wakasatgasus Brigjen Pol Heri Nahak, Direktur Reskrimsus Kombes Pol Toga H Panjaitan dan Kabid Humas Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan, pengungkapan OTT ini hasil penyelidikan bersama selama dua minggu.

Para tersangka terlibat dalam tindakan pemerasan dengan modus meminta sejumlah uang kepada pemilik barang untuk melakukan proses bongkar muat.‬

Padahal, sambung Kapoldasu, pada praktiknya tenaga kerja bongkar muatnya tidak ada. Apalagi untuk barang-barang tertentu seperti CPO dan kendaraan yang memang tidak memerlukan banyak tenaga untuk menurunkannya dari kapal.‬

“Ini bukan termasuk dwelling time. Ini masuk ke ranah tindak pidana pemerasan dengan cara meminta sejumlah uang kepada pemilik barang, meskipun dalam prosesnya malah pemilik barang yang menyediakan peralatan dan orangnya,” terang Kapolda, Senin (31/10).

Selain ketiga tersangka, tim juga sedang melakukan penyelidikan dugaan keterlibatan oknum Otoritas Pelabuhan (OP) dan Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Belawan. Pihaknya menjamin akan ada tersangka lain yang terlibat dalam kasus ini.‬

“Tim juga sedang menyelidiki keterlibatan pihak Otoritas Pelabuhan. Untuk ketua koperasinya juga masih kita selidiki,” ucapnya.‬

Sementara, Wakasatgasus Brigjen Pol Heri Nahak menambahkan, hasil penyelidikan tim selama beberapa waktu menemukan adanya kejanggalan dalam proses bongkar muat di Pelabuhan Belawan. Praktik di lapangan, pengurus koperasi meminta biaya kepada perusahaan dalam proses bongkar muat.‬

Padahal, pihak perusahaan telah menyediakan tenaga/buruh bongkar sendiri. Dari sini tim langsung melakukan OTT pada pengurus Koperasi TKBM.

“Barang bukti Rp 300 juta ini hasil pembayaran 9 perusahaan bongkar muat ke Koperasi TKBM Pelabuhan Belawan,” terangnya. (g/10)

Berikan Komentar