Tolak Pilkada Curang, 24 Anggota DPRD Siantar Boikot Hulman

oleh -145 views

garudaonline – Siantar | Sebanyak 24 anggota DPRD Siantar  pendukung pasangan calon walikota Siantar Teddy Robinson Siahaan (TRS) dan Wesley Silalahi menyatakan penolakan terhadap Pilkada Siantar. Bahkan 24 anggota DPRD dari 6 fraksi ini tidak mengakui Hulman Sitorus/Hefriansyah sebagai Walikota/Wakil Walikota Siantar.Penolakan itu dilakukan lantaran ada konspirasi antara penyelenggara pilkada dengan salah satu pasangan calon untuk melakukan kecurangan.

Ketua DPD Nasdem Kota Siantar Frans Herbert Siahaan ketika membacakan Resolusi 24 anggota DPRD Siantar,  Kamis (17/11/2016) mengatakan, kecurangan dilakukan pasangan Hulman Sitorus/ Hefriansyah secara terstruktur, sistemik dan massif, berupa politik uang dan mensabotase puluhan ribu formulir C6 milik warga.

Parahnya, sabotase formulir C6 dan politik yang itu dipertontonkan secara vulgar di rumah pribadi Hulman Sitorus di Jalan Mual Nauli.

Tindakan sabotase C6 dan politik uang itu, ucap Frans, sudah mendapat protes dari warga lainnya dengan melakukan aksi damai di persimpangan jalan menuju kediaman Hulman Sitorus pada 15 November 2016 lalu.

Namun aksi damai itu malah diserang dengan menggunakan balok dan kayu oleh massa pendukung Hulman Sitorus. Akibatnya beberapa warga yang melakukan aksi damai mengalami luka-luka.
Tindakan sabotase C6 dan bagi-bagi uang itu sudah dilaporkan ke KPU Siantar dan Panwaslih. Namun keduanya tidak mengambil tindakan. Malahan, petugas kepolisian yang datang ke lokasi membubarkan aksi damai hingga Hulman Sitorus semakin leluasa melakukan aksinya.

Bahkan petugas kepolisian melepaska seorang warga Labusel yang sempat ditangkap karena kedapatan membawa puluhan formulir C6.
Parahnya, saat pemungutan suara berlangsung, tim Hulman bernama Putri Hutabarat nekad membagi-bagikan kartu C6 di lokasi TPS. Sementara salah satu pria lain bernama Jonson mengintimidasi warga etnis Tionghoa di Kecamatan Siantar Barat agar memilih paslon nomor urut 2.
Yang paling parah, petugas KPPS dan PPS ikut berkonspirasi dalam kecurangan itu. Salah satunya adalah petugas PPS Kelurahan Nagapita yang menginstruksikan petugas KPPS TPS 5 agar membatalkan seluruh suara Wesly Silalahi.

Akibat adanya pembiaran sabotase C6 dan bagi-bagi uang itu, maka Hulman Hefriansyah menang telak. Bahkan jumlah suaranya sangat mencolok dan tidak masuk akal.
Berdasarkan kecurangan itu, maka 24 anggota DPRD Siantar menyatakan penolakan terhadap hasil Pilkada Siantar dan memboikot pasangan Hulman Sitorus/Hefriansyah serta meminta KPU Siantar dan Panwaslih membatalkan hasil Pilkada Siantar.

“Apabila KPU Siantar menetapkan Hulman Sitorus/Hefriansyah menjadi walikota/wakil walikota Siantar Periode 2016-2021, maka kami akan memboikot pasangan itu hingga masa periode kami berakhir,”tegasnya. (JS)

Berikan Komentar