Tujuh Penebang Kayu di Hutan Lindung Tapsel Ditangkap

oleh -613 views
Kasatreskrim Polres Tapsel, AKP Jama K Purba SH MH (2 dari kiri) dan anggotanya saat mengamankan kayu olahan hasil pembalakan liar (illegal logging) di hutan lindung wilayah Simatutung, Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapsel, Provinsi Sumatera Utara.

garudaonline, Tapsel | Personel Unit IV Tipidter Satreskrim Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) menangkap tujuh pelaku pembalakan liar (illegal logging) di hutan lindung wilayah Simatutung, Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapsel, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (14/10/2016) sekira pukul 17.45 WIB.

Dari penangkapan itu, polisi menyita barang bukti 2 unit mesin chainsaw, 108 keping kayu olahan berbagai ukuran jenis kapur, dan sepucuk senjata api (senpi) rakitan berikut 5 butir peluru tajam kaliber 5,6 mm.

Kasatreskrim Polres Tapsel, AKP Jama K Purba SH MH menjelaskan, penangkapan ketujuh terduga pelaku illegal logging tersebut merupakan hasil patroli yang dilakukan pihaknya di wilayah Simatutung, Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapsel.

“Saat berpatroli, kami mendapat informasi bahwa di wilayah hutan lindung Sampuran Simatutung Aek Rambe, Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur ada kegiatan penebangan kayu di dalam kawasan hutan.

Berdasarkan informasi tersebut kami melakukan penelusuran di dalam hutan. Sekira pukul 17.45 WIB, kami sampai di lokasi yang diinformasikan tersebut dan menemukan 4 orang yang sedang beristirahat di camp yang berada di sekitar wilayah penebangan,” kata Jama.

Selanjutnya, sambung Jama, pihaknya menginterogasi keempat orang tersebut. Dalam keterangannya, mereka mengaku sebagai orang yang melakukan penebangan. Dua orang berperan sebagai operator chainsaw atas nama Herman Zega (51), dan Ali Duhu Zebua (42). Sedangkan 2 orang lagi berperan sebagai kernet operator chainsaw atas nama Saroli Halawa, dan Dedi Arianto.

“Keempat orang tersebut mengaku pemilik kayu, dan yang menyuruh melakukan penebangan Hasanuddin Hutahuruk (38). Selanjutnya terhadap keempat pelaku dibawa turun ke warung di tepi Jalan Lintas Pantai Barat.

Nah, di warung tersebutlah kami temukan Hasunuddin Hutahuruk. Selain dia, kami juga mengamankan 2 orang lagi terduga pelaku yang berperan sebagai kernet mobil atas nama Kobo Gulo, dan Hasanudin Rangkuti,” terang Jama.

Setelah mengamankan ketujuh terduga pelaku illegal logging itu, keesokan harinya, Sabtu (15/10), polisi melakukan pengembangan ke lokasi penebangan dan pengolahan kayu yang berjarak sekitar 6 kilometer dari lokasi warung tadi.

Di lokasi penebangan, polisi menemukan 108 keping kayu olahan berbagai macam bentuk dan ukuran, 2 unit mesin chainsaw, sepucuk senjata api rakitan. Selanjutnya, ketujuh terduga pelaku berikut barang bukti dibawa ke Mapolres Tapsel guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam kasus ini, polisi mempersangka para terduga pelaku illegal logging tersebut dengan Pasal 12 huruf (c) Jo Pasal 82 ayat (1) huruf c UU RI No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Jo Pasal 55  ayat (1) KUHPidana.

“Ancaman hukumannya paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp500.000.000,00 dan paling banyak Rp2.500.000.000,00,” jelas Jama. (g/01)

Berikan Komentar