Tunggak Pajak Rp3,6 Miliar, Pengusaha Ternak Ayam Disandera

oleh -162 views
Kepala Kanwil DJP Sumut 1, Mukhtar memberikan keterangan pers terkait penyanderaan (gijzeling) terhadap JH, pengusaha peternak ayam yang memiliki tunggakan pajak sebesar Rp3,615 Miliar.

garudaonline – Medan | Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Utara  (Kanwil DJP Sumut) 1 melakukan penyanderaan (gijzeling) terhadap JH, warga Binjai. Pasalnya pengusaha peternak ayam ini memiliki tunggakan pajak sebesar Rp3,615 Miliar.

“Kami melakukan penyanderaan terhadap wajib pajak yang diragukan itikad baiknya dan telah dilakukan kegiatan penagihan aktif minimal pemberitahuan Surat Paksa,” kata Kepala Kanwil DJP Sumut 1 Mukhtar, Jumat (20/1/2017).

Dia mengatakan proses penagihan telah dilakukan terhadap JH sejak Tahun 2008 antara lain dengan teguran, sosialisasi, surat paksa, penyitaan termasuk pencekalan ke luar negeri. Namun laki-laki itu menolak membayar dengan alasan tidak punya uang.

“Alasannya tidak punya uang, tapi usahanya masih berjalan sampai sekarang. Karena tidak ada itikad baik, maka dilakukan tindakan terakhir berupa penyanderaan,” pungkas Mukhtar.

Menurutnya penyanderaan dilakukan berdasarkan Surat Menteri Keuangan RI Nomor SR-986/MK.03/2016 tanggal 30 Desember 2016 tentang Pemberian Izin Melakukan Penyanderaan dan UU Nomor 19 Tahin 2000 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa.

“Dari semalam sore, JH dititipkan di Rutan Klas 1 Tanjung Gusta Medan. Masa penyanderaan dilakukan 6 bulan dan dapat diperpanjang lagi selama 6 bulan,” ungkapnya.

Namun, kata Mukhtar, penanggung pajak yang disandera dapat dilepaskan apabila utang pajak dan biaya penagihan pajak telah dibayar lunas, jangka waktu yang ditetapkan dalam Surat Perintah Penyanderaan telah terpenuhi berdasarkan putusan pengadilan yang sudah incrah.

“Atau berdasarkan pertimbangan dari Menteri atau Gubernur Kepala Daerah Tingkat 1. Penyanderaan tidak dilakukan jika Wajib Pajak melunasi seluruh hutang pajaknya atau memanfaatkan Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) dengan membayar nilai pokok utang pajak ditambah dengan uang tebusan,” bebernya.

(fidel)

Berikan Komentar