Wadir CV Patricia Adisty Ditangkap Polisi

oleh -175 views
 Wadir CV Patricia Adisti, NE diamankan Tim Unit Tipikor Satreskrim Polres Labuhanbatu.

Wadir CV Patricia Adisti, NE diamankan Tim Unit Tipikor Satreskrim Polres Labuhanbatu.

 garudaonline, Labuhanbatu | Wakil Direktur (Wadir) CV Patricia Adisti, NE (42) warga Dusun III Sidodadi, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara, ditangkap Tim Unit Tipikor Satreskrim Polres Labuhanbatu.

Dia ditangkap dalam dugaan kasus tindak pidana korupsi (tipikor) pembangunan saluran drainase TA 2015 pada UPT Dinas Tarukim Provinsi Sumatera Utara di Kecamatan Bilah Hilir.

“Tersangka ditangkap di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Simpang Kawat Desa Sipaku Area, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan pada Rabu (9/11/2016) sekira pukul 20.00 WIB,” kata Kasatreskrim Polres Labuhanbatu, AKP M Firdaus SIK, Sabtu (12/11/2016).

Dikatakan, peran tersangka NE selaku Wadir CV Patricia Adisty dalam proyek pembangunan saluran drainase sebagai penyedia barang/jasa.

“Kontrak pekerjaan tersebut sesuai dengan surat perjanjian pekerjaan atau kontrak No: 800/UPT.TARUKIM.RP/743/ 2015, tanggal 12 Juni 2015 dengan nilai kontrak Rp. 725.460.000 dengan masa kontrak selama 120 hari kalender di mulai tanggal 15 Juni 2015 s/d tanggal 12 Oktober 2015,” jelas Firdaus.

Sampai dengan berakhirnya masa kontrak, sambung Firdaus, tersangka NE tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut, namun pihak UPT Dinas Tarukim membuat berita acara hasil pemeriksaan pekerjaan tertanggal 18 November 2015 yang menyatakan bahwa pekerjaan tersebt telah selesai 100 % dan kemudian UPT Dinas Tarukim Rantauprapat melakukan pembayaran 100 % kepada CV Patricia Adisty pada tanggal 23 Desember 2015 sesuai surat perintah pencairan dana (SP2D) No: 9469 tgl 23 Desember 2015.

“Pada tanggal 14 Oktober 2016, BPKP Perwakilan Provinsi Sumut telah melakukan perhitungan kerugian keuangan negara atas pekerjaan tersebut dan menyimpulkan adanya penyimpangan dalam pekerjaan tersebut yang menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 393.459.805,97,” kata Firdaus.

Terhadap tersangka masih dilakukan penyidikan. Dia dipersangkakan dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (g/01)

Berikan Komentar